Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga mulai menempati hunian sementara yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
Warga mulai menempati hunian sementara yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Intinya sih...

  • Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyatakan warga akan menempati Rumah Hunian Danantara di Kampung Simpang Empat secara bertahap.

  • Warga yang akan menempati huntara diutamakan yang kehilangan tempat tinggal, dengan total 600 unit hunian sementara yang sudah diserahkan.

  • Pemkab Aceh Tamiang akan berupaya memfasilitasi untuk kebutuhan pokok warga seperti sembako, dan batas waktu huntara tergantung Pemkab.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aceh Tamiang, IDN Times- Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mengatakan warga Aceh Tamiang akan menempati Rumah Hunian Danantara di Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang secara bertahap. Diketahui ada 600 unit hunian sementara (huntara) yang sudah diserahkan Danantara kepada Pemkab Aceh Tamiang.

Armia mengatakan, untuk warga yang akan menempati huntara ini diutamakan yang kehilangan tempat tinggal. "Kita utamakan masyarakat yang rumahnya hilang dan rusak berat. Kita sudah punya datanya. Jadi untuk Kampung Sukajadi ada 154 KK. Belakang kantor Bupati ada 179 KK dan masyarakat kota Lintang ada 131 KK. Warga Karang Baru yang rumahnya hilang sebanyak 136 KK," ucap Armia.

Untuk sementara ini menurut Armia masih warga Sukajadi yang menempati hunian. Dia menjanjikan akan mengakomodir warga dari desa lainnya.

Soal batas waktu, Armia mengatakan sejak awal mengatakan tak tertutup kemungkinan selanjutnya menetap. Semua tergantung keinginan masyarakat.

"Saya dari awal sudah menyampaikan, tidak usahlah huntara, huntap saja. Kalau mereka sudah tetap di sini, sudah punya komunitas yang baru di sini, saya kira mungkin mereka tidak perlu lagi kemana-mana lagi. Sudah nyaman di sini, saya kira sudah langsung saja huntap," kata Armia.

Tinggal nanti memikirkan aksesnya. Seperti misalnya ke sekolah. "Tinggal nanti menyiapkan bus, sekolah dan sebagainya," kata mantan Wakapolda Aceh itu.

Namun untuk dijadikan hunian tetap tentu perlu upgrade dari kondisi yang ada sekarang. Diketahui saat ini per rumah berukuran 20 meter persegi. Selanjutnya

"Saya minta bantuan Pak Wamendagri, nanti adik-adik Praja untuk mengatur ini, pelan-pelan nanti kita atur di sini. Kita bantu atau kita serahkan ke warganya, kalau dia mau memilih untuk tinggal di sini? Nanti kita tanya sama mereka. Kita sudah bagi juga, jadi nanti ada tingkat Pak Kades, atau Datuk Penghulu yang mengatur ini. Camat juga nanti membantu," ucapnya.

Selain tempat tinggal, Pemkab Aceh Tamiang akan berupaya memfasilitasi untuk kebutuhan pokok warga. Seperti sembako.

"Ya mungkin nanti sembako kita bagikan nanti kan gampang. Dibanding di tenda-tenda kan susah kita. Ini langsung aja per KK. Maka saya kan minta itu sama Pak Presiden, kalau bisa ada untuk mereka," ucapnnya.

Sementara Managing Director Danantara Rohan Hafas mengatakan untuk batas waktu huntara tergantung Pemkab.

"Batas waktu tergantung Pak Bupati, karena kami membangun ini sebagai hunian Danantara yang sementara. Namun dalam faktanya kami pernah melakukannya di tempat lain dulu, itu tergantung masyarakatnya nanti keadaannya masing-masing," kata Rohan.

Saat ini rumah hunian ini dibangun di beberapa kabupaten. Seperti Tapsel, Tapteng, Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Timur.

"Aceh Tengah belum. Dan itu jumlahnya total kita berkomitmen 15.000 unit, kita akan siap bangun. Nanti tergantung pemda tempatnya, kebutuhannya seberapa. 15.000 unit itu untuk tiga provinsi. Tapi Sumbar relatif paling sedikit yang kami sudah dapat permohonan itu hanya 500 unit. Rencananya pada 15 dan 16 (Januari) di Pidie dan Aceh Utara," pungkasnya.

Editorial Team