Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BRT Mebidang Sekali Bayar, Penumpang Tak Perlu Tap Ulang Saat Transit
Desain proyek Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung. (dok. Brantas Abipraya)
  • Penumpang BRT Mebidang cukup membayar sekali saat berpindah bus atau koridor, selama tetap berada dalam perjalanan terintegrasi.

  • Pembayaran nontunai disiapkan melalui kartu uang elektronik dan QRIS dengan mekanisme scan & tap.

  • BRT Mebidang ditargetkan beroperasi penuh pada 8 Desember 2026 dengan 30 bus listrik, sementara halte dan infrastruktur masih dibangun bertahap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (25/9/2026)

Yuda Pratiwi Setiawan menyampaikan bahwa penumpang cukup membayar sekali saat berpindah bus atau koridor selama tidak keluar dari koridor layanan.

8 Desember 2026

BRT Mebidang ditargetkan mulai beroperasi penuh dengan total 30 bus listrik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sistem pembayaran BRT Mebidang disiapkan agar penumpang cukup membayar sekali saat berpindah koridor atau armada dalam satu perjalanan terintegrasi.
  • Who?
    Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menyiapkan sistem tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menyampaikan mekanismenya.
  • Where?
    Layanan BRT menghubungkan Medan, Binjai, dan Deliserdang, termasuk koridor Teladan–Terminal Lubukpakam serta Simpang Barat–Binjai.
  • When?
    BRT Mebidang ditargetkan beroperasi penuh mulai 8 Desember 2026.
  • Why?
    Skema pembayaran dirancang agar perjalanan menggunakan BRT lebih sederhana sekaligus menekan beban ongkos penumpang.
  • How?
    Pembayaran dilakukan secara nontunai melalui kartu uang elektronik dan QRIS dengan mekanisme scan & tap. Penumpang tidak membayar kembali selama tidak keluar dari koridor layanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penumpang BRT Mebidang nanti cukup bayar sekali saat naik bus. Kalau pindah bus atau koridor, mereka tidak perlu bayar lagi selama tidak keluar dari jalur perjalanan. Pemerintah Sumatra Utara menyiapkan pembayaran dengan kartu elektronik dan QRIS. BRT ini ditargetkan berjalan penuh pada 8 Desember 2026 dengan 30 bus listrik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Skema sekali bayar membuat perpindahan penumpang antarkoridor atau armada menjadi lebih sederhana karena tidak ada tarif tambahan selama perjalanan tetap terintegrasi. Rencana pembayaran melalui kartu uang elektronik dan QRIS juga menyediakan pilihan nontunai. Dukungan 30 bus listrik serta pengembangan halte dan aksesibilitas memperkuat kesiapan layanan BRT Mebidang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times — Penumpang Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) nantinya tidak perlu membayar kembali ketika berpindah koridor atau armada selama masih berada dalam satu perjalanan dan tidak keluar dari koridor layanan.

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menyiapkan sistem pembayaran nontunai terintegrasi melalui kartu uang elektronik dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Skema ini dirancang agar perjalanan menggunakan BRT lebih sederhana sekaligus menekan beban ongkos penumpang.

BRT Mebidang ditargetkan beroperasi penuh mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik. Sebelumnya, layanan tersebut masih dalam tahap uji coba dengan jumlah armada terbatas.

1. Penumpang cukup bayar sekali meski pindah bus

Peluncuran Smart BRT Itera. (IDN Times/Muhaimin)

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan sistem pembayaran akan menggunakan metode cashless, antara lain kartu uang elektronik dan QRIS dengan mekanisme scan & tap.

Dengan sistem tersebut, penumpang cukup melakukan pembayaran satu kali untuk satu perjalanan. Ketika harus turun dan berganti bus atau koridor, penumpang tidak dikenakan tarif kembali selama masih berada dalam perjalanan yang terintegrasi.

“Contohnya kita dari Pakam sampai ke Amplas atau on-corridor yang ada di SM Raja. Kemudian penumpang turun di situ karena mau menuju Pos Blok, maka tidak akan bayar lagi. Cukup sekali bayar, setelah itu nunggu bus selanjutnya ke Pos Blok maka tidak akan bayar lagi selama tidak keluar dari koridor,” kata Yuda dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

Skema integrasi pembayaran ini menjadi bagian dari pengembangan BRT Mebidang yang menghubungkan wilayah Medan, Binjai, dan Deliserdang.

2. BRT Mebidang beroperasi penuh 8 Desember

Suasana di dalam bus saat peluncuran Smart BRT Itera. (IDN Times/Muhaimin)

Yuda mengatakan sebanyak 30 bus akan tersedia saat BRT Mebidang mulai beroperasi penuh pada 8 Desember 2026. Dari jumlah tersebut, 14 unit akan ditempatkan di Koridor 11 dengan rute Teladan–Terminal Lubukpakam. Sebanyak 13 bus melayani Koridor 12 dengan rute Simpang Barat–Binjai, sedangkan tiga unit lainnya disiapkan sebagai armada cadangan.

Selama masa uji coba, masyarakat masih dapat menggunakan layanan BRT secara gratis. Setelah operasional penuh, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kelompok tertentu, seperti pelajar, penyandang disabilitas, dan lansia.

Pengembangan BRT Mebidang sendiri merupakan bagian dari pengembangan transportasi massal kawasan perkotaan yang melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dua koridor Mebidang berada dalam pengelolaan Pemprov Sumut dengan dukungan Kementerian Perhubungan.

3. Halte dan infrastruktur BRT masih dibangun bertahap

Ilustrasi BRT Trans Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Selain menyiapkan sistem pembayaran, Pemprov Sumut masih membangun sejumlah infrastruktur pendukung BRT, termasuk halte pada koridor utama di sepanjang jalan utama Kota Medan.

Pengembangan tersebut diharapkan membuat sistem transportasi publik tidak hanya mengandalkan armada, tetapi juga ditopang fasilitas perpindahan penumpang yang memadai.

Kementerian Perhubungan sebelumnya menyebut pengembangan BRT Medan juga mencakup peningkatan infrastruktur seperti halte dan aksesibilitas koridor. Pada 2026, pemerintah juga masih memproses desain peningkatan aksesibilitas koridor BRT serta depo tambahan untuk kawasan Mebidang.

Dengan target operasi penuh pada Desember, perhatian berikutnya berada pada kesiapan armada, halte, sistem pembayaran terintegrasi, serta konektivitas antarkoridor agar skema sekali bayar benar-benar dapat digunakan penumpang dalam praktik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article