Tapanuli Tengah, IDN Times – Belum lagi tuntas penanganan banjir pada November 2025 lalu, sejumlah daerah di Kabupaten Tapanuli Tengah kembali terendam, Rabu (11/2/2026). Banjir kembali merendam sejumlah titik di kabupaten itu.
Damai Mendrofa, warga setempat yang berada di Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan menuturkan, air mulai naik sekitar pukul 18.00 WIB. Kondisi derasnya hujan, membuat debit air yang masuk ke pemukiman semakin cepat.
“Di sini mulai hujan pukul 17.00 WIB,” kata Damai kepada IDN Times, Rabu petang.
Sampai saat ini Damai dan beberapa rekannya masih terjebak di Sekretariat Bank Sampah Yamantab. “Di jalan sudah tinggi air. Kalau pemukiman yang lebih rendah, sudah tenggelam sudah,” ujar Damai.
Saudara Damai, Jasmani Mendrofa juga mengabarkan sudah terjebak di rumahnya di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan. “Sekitar 20 cm lagi air masuk ke rumah. Di halaman kami, air sudah tinggi. Kami sudah tidak bisa ke luar. Di jalan air lebih tinggi,” katanya.
Kabar lebih parah datang dari kawasan Kecamatan Tukka. Banjir kembali merendam beberapa kelurahan di sana yang sebelumnya juga terdampak paling parah pada November 2025 lalu.
“Kalau di Onanbolon dan Hutanobolon sudah tenggelam,” ujar Jasman yang mendapat kabar dari koleganya di kawasan Tukka.
Sampai saat ini Tapanuli Tengah masih dilanda hujan dengan intensitas yang cukup deras. Warga khawatir, banjir pada November lalu, terulang kembali.
