Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Kabero Ditemukan Meninggal
Ilustrasi Tim SAR melakukan penyelamatan di gunung. (IDN Times/Rakan)
  • Seorang bocah bernama Aulia Kaisa Azzahra (8) dilaporkan tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di Sungai Kabero, Desa Lama, Pancur Batu, Deli Serdang.
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif dengan perahu rafting, alat deteksi bawah air Aqua Eye, serta scouting darat yang melibatkan aparat dan warga setempat.
  • Korban ditemukan meninggal sekitar pukul 16.55 WIB di dekat lokasi awal kejadian dan langsung dievakuasi ke RSU Pancur Batu dengan pendampingan keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Deliserdang, IDN Times - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan seorang anak perempuan yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran Sungai Kabero, Dusun IV Desa Lama, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (21/5/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian intensif dilakukan selama beberapa jam.

Korban diketahui bernama Aulia Kaisa Azzahra (8). Sebelum tenggelam, korban dilaporkan mandi bersama teman-temannya di sungai tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.

1. Pencarian dilakukan dengan penyisiran sungai menggunakan perahu rafting hingga memanfaatkan alat deteksi bawah air Aqua Eye

Ilustrasi tenggelam (IDN Times)

Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan dari Kepala Desa Lama, Nizar Laksamana Tarigan, sekitar pukul 15.25 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, tujuh personel Tim Rescue SAR Medan langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan melakukan assessment awal dan briefing operasi untuk menentukan metode pencarian. Personel kemudian dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) agar proses pencarian dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

2. Pencarian memanfaatkan alat deteksi bawah air Aqua Eye

Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Dalam operasi tersebut, tim pertama melakukan penyisiran sungai menggunakan perahu rafting ke arah hilir sekaligus memanfaatkan alat deteksi bawah air Aqua Eye untuk membantu pencarian korban di sekitar aliran sungai.

Sementara itu, tim lainnya melakukan scouting darat di sepanjang bantaran sungai guna mencari kemungkinan keberadaan korban. Operasi pencarian juga melibatkan Polsek Pancur Batu, perangkat Desa Lama, masyarakat setempat, serta keluarga korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan pencarian dilakukan secara cepat dan terukur sejak laporan diterima.

“Begitu menerima informasi kejadian, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melaksanakan pencarian. Metode pencarian dilakukan dengan penyisiran permukaan air, pemantauan menggunakan Aqua Eye, serta scouting darat di sepanjang aliran sungai,” ujar Hery Marantika, Jumat (22/5/2026).

3. Korban ditemukan meninggal tak jauh dari area tenggelam

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.55 WIB dalam keadaan meninggal dunia di sekitar lokasi awal dilaporkan tenggelam.

“Korban ditemukan di sekitar lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSU Pancur Batu yang didampingi pihak keluarga. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini,” tambahnya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika arus air sedang deras.

Editorial Team