Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bobby Sebut Dana Rehabilitasi Bencana Sumut akan Ditambah
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution. (IDN Times/Prayugo Utomo)

 Medan, IDN Times - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyebut pemerintah pusat berencana menambah alokasi dana rehabilitasi pascabencana untuk wilayahnya. Sebelumnya, bantuan yang direncanakan hanya sebesar Rp2,1 triliun, jauh dari kebutuhan pemulihan yang diperkirakan mencapai Rp30 triliun.

Informasi tambahan dana tersebut disampaikan setelah Bobby berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Meski demikian, besaran tambahan anggaran tersebut belum diumumkan secara resmi.

1. Bappenas disebut memberi sinyal tambahan bantuan

Gubernur Sumut, Bobby Nasution meninjau kondisi tanggul sungai yang rusak akibat banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (19/2/2026). (Dok: Diskominfo Sumut)

Bobby mengatakan dirinya baru mendapatkan informasi dari Bappenas terkait kemungkinan penambahan dana rehabilitasi untuk Sumatera Utara. Hal ini menjadi perkembangan baru setelah sebelumnya ia memprotes kecilnya alokasi dana dari pemerintah pusat.

"Kemarin barulah saya dapat (informasi) dari Bappenas. Insha Allah, kata Bappenas, insya Allah akan ditambah. Tapi angkanya, kita belum diinfokan berapa, tapi insya Allah kata akan ditambah," ujar Bobby saat ditemui di kantornya, Jumat (13/3/2026).

Menurut Bobby, kebutuhan pemulihan pascabencana di Sumatera Utara sangat besar karena kerusakan akibat banjir dan longsor terjadi di sejumlah daerah. Karena itu, tambahan dukungan dari pemerintah pusat dinilai penting untuk mempercepat proses rehabilitasi.

2. Dana bantuan dikelola kementerian, bukan pemerintah daerah

Gubernur Sumut, Bobby Nasution meninjau kondisi tanggul sungai yang rusak akibat banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (19/2/2026). (Dok: Diskominfo Sumut)

Bobby menjelaskan bahwa dana yang disiapkan pemerintah pusat nantinya tidak akan langsung masuk ke kas pemerintah daerah. Anggaran tersebut akan dikelola oleh kementerian dan lembaga yang menangani penanganan bencana.

"Itu dananya pure hanya untuk kementerian dan lembaga, jadi bukan dana yang akan masuk ke pemerintah daerah, tidak sama sekali. Uang itu akan masuk ke kementerian dan lembaga yang menangani penanganan bencana," ujarnya.

Ia berharap kementerian dan lembaga terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap pemulihan bencana di Sumatera Utara. Menurutnya, koordinasi yang baik antara pusat dan daerah sangat dibutuhkan agar program rehabilitasi berjalan efektif.

"Jadi makanya kami inginkan itu bagaimana kementerian dan lembaga itu benar-benar menjadikan Sumatera Utara ini juga bagian penting untuk penanganan bencana," tambahnya.

3. Bobby sempat protes ketimpangan alokasi dana

Gubernur Sumut, Bobby Nasution meninjau kondisi tanggul sungai yang rusak akibat banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (19/2/2026). (Dok: Diskominfo Sumut)

Sebelumnya, Bobby sempat menyoroti ketimpangan alokasi dana rehabilitasi dalam rapat koordinasi tingkat menteri Satgas Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) wilayah Sumatera pada akhir Februari lalu.

Dalam rapat virtual tersebut, ia bahkan sempat walk out karena menilai alokasi anggaran untuk Sumatera Utara terlalu kecil dibandingkan kebutuhan riil di lapangan.

Dari total anggaran Rencana Induk (Renduk) pemulihan bencana untuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang mencapai sekitar Rp56 triliun, Sumatera Utara hanya mendapat alokasi sekitar Rp2,11 triliun.

Menurut Bobby, angka tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan pemulihan yang diperkirakan mencapai Rp30 triliun. Ia juga menyebut total kebutuhan tersebut terbagi antara penanganan oleh pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota terdampak.

Editorial Team