Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berkendara Lebih Tenang, Ini Tips Safety Riding untuk Pengendara Wanita
Ilustrasi Safety Riding (Dok. Indako)
  • Keselamatan berkendara bagi wanita dimulai dari kondisi tubuh yang fit, perlengkapan lengkap, serta kemampuan mengontrol emosi agar tetap fokus dan tenang di jalan.
  • Sofyan Hazri menegaskan pentingnya pengetahuan keselamatan, peningkatan skill berkendara, dan kontrol emosi sebagai kunci utama untuk selalu #cari_aman tanpa memandang gender.
  • Pola pikir positif dan empati terhadap pengguna jalan lain membantu menciptakan suasana berkendara harmonis serta memperkuat tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan di jalan raya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Keselamatan berkendara menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan, termasuk pengendara wanita. Selain penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap dan memastikan kondisi kendaraan tetap prima, faktor kondisi tubuh dan kemampuan mengontrol emosi juga memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman.

Kondisi tubuh yang fit dan segar menjadi salah satu kunci utama. Tubuh yang lelah atau kurang bertenaga dapat memengaruhi tingkat konsentrasi serta kemampuan dalam mengendalikan emosi di jalan.

Ketika energi dalam tubuh menurun, fokus pun ikut berkurang, sehingga pengendara cenderung lebih mudah terpancing emosi dan sulit berpikir jernih.

Oleh karena itu, menjaga kebugaran sebelum berkendara merupakan langkah awal dalam menerapkan prinsip #cari_aman.

1. Bekali diri dengan pengetahuan keselamatan

Ilustrasi Touring, Safety Riding (Dok. Indako)

Di tengah masyarakat, masih berkembang opini yang menganggap kemampuan berkendara wanita berada di bawah pria. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Kesalahan di jalan, seperti penggunaan lampu sein yang tidak sesuai, bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang gender. Hal ini lebih berkaitan dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap saat berkendara, bukan jenis kelamin.

Sofyan Hazri, Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda wilayah Sumatera Utara, dengan semangat Satu Hati menegaskan bahwa setiap pengendara memiliki potensi yang sama untuk berkendara dengan aman.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita membekali diri dengan pengetahuan keselamatan, meningkatkan skill berkendara, serta mampu mengontrol emosi saat berada di jalan. Dengan begitu, kita bisa selalu #cari_aman dalam berbagai situasi,” ujarnya.

2. Tiga fondasi dalam membentuk perilaku berkendara yang baik

Ilustrasi Perjalanan Jarak Jauh, Touring, Safety Riding (Dok. AHM)

Ia juga menambahkan bahwa ada tiga faktor utama yang memengaruhi sikap berkendara, yaitu keterampilan, pengetahuan, dan kontrol emosi.

Ketiganya saling berkaitan dan menjadi fondasi dalam membentuk perilaku berkendara yang baik.

Pengendara yang mampu mengendalikan emosi cenderung lebih sabar, tidak mudah terpancing, serta lebih peduli terhadap kondisi sekitar.

3. Menanamkan pola pikir positif juga menjadi bagian penting dalam berkendara

Edukasi Safety Riding di SMKN 1 Sirapit, Tanjung Keriahan, Kabupaten Langkat (Dok. Indako)

Menanamkan pola pikir positif juga menjadi bagian penting dalam berkendara. Dengan memahami karakteristik pengguna jalan lain dan menjaga empati, pengendara dapat menciptakan suasana berkendara yang lebih harmonis. Semangat #cari_aman bukan hanya tentang melindungi diri sendiri, tetapi juga berkontribusi terhadap keselamatan bersama di jalan raya.

Melalui penerapan kebiasaan berkendara yang baik, pengendara wanita dapat tampil lebih percaya diri dan tenang di jalan. Pada akhirnya, keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap individu memiliki peran penting dalam mewujudkannya.

Editorial Team