Medan, IDN Times - Bubur pedas merupakan menu khas berbuka puasa setiap tahun di Masjid Raya Al Mashun Medan sejak jaman Kesultanan Deli masih berjaya dibawah kepemimpinan Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alam sultan kesembilan dari Kesultanan Deli.
Hamdan sebagai pengurus Masjid Raya Al Mashun Medan menjelaskan, hadirnya dahulu bubur pedas sekitar 50 tahunan yang lalu dan kini menjadi bubur sup.
Makanan khas Melayu ini dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar, sebagai salah satu menu takjil berbuka puasa.
Hamdan juga menjelaskan bubur pedas telah beralih menjadi bubur sup karena dalam pembuatannya, dapat dikategorikan cukup rumit. Sebab, ada kesulitan yang ditemukan seperti meramu puluhan jenis rempah ditambah umbi-umbian yang mengandung banyak khasiat.
Kemudian, ada campuran daging cincang dan sayur-sayuran seperti kentang, wortel, ubi, kacang, termasuk juga beras, lalu diaduk menjadi satu.
