Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berapa Gaji yang Layak untuk Posisi Video Editor? Simak Ulasannya
ilustrasi editor video (unsplash.com/TourBox)
  • Profesi video editor makin dibutuhkan di era digital, namun masih sering diremehkan meski berperan penting dalam produksi konten kreatif berbagai sektor.
  • Data Kemnaker dan BPS menunjukkan gaji editor video di Indonesia berkisar Rp4,5 juta hingga Rp12 juta per bulan tergantung pengalaman dan skala perusahaan.
  • Secara global, gaji editor video bisa mencapai Rp80 juta per bulan, sementara sistem freelance di Indonesia menawarkan tarif mulai Rp300 ribu hingga jutaan rupiah per proyek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times- Profesi video editor kini semakin dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan konten digital. Namun masih ada saja yang meremehkan pekerjaan editing ini. Kasus videografer Amsal Sitepu yang dituduh melakukan markup untuk jasa pembuatan video desa viral salah satu contohnya. Jasa editing dianggap jaksa sesuatu yang hanya dinilai 0 rupiah.

Padahal saat ini mulai dari media massa, agensi kreatif, hingga kreator individu, semuanya bergantung pada peran editor video untuk menghasilkan konten yang menarik dan komunikatif. Namun, berapa sebenarnya gaji yang layak untuk profesi ini?

1. Data dari Glasdoor hingga Jobstreet

ilustrasi editor video (pixabay.com/TheArkow)

Platform ketenagakerjaan global seperti Glassdoor dan PayScale (2024–2025) mencatat bahwa rata-rata gaji video editor di Indonesia berada di kisaran Rp6,5 juta hingga Rp8 juta per bulan. Untuk level pemula, gaji umumnya berada di angka Rp4 juta hingga Rp6 juta, sementara editor berpengalaman bisa memperoleh Rp10 juta hingga Rp18 juta per bulan, terutama di perusahaan besar atau industri periklanan.

Di laman jobstreet pada Maret 2026 tercatat mencapai Rp7 juta per bulan dan berbeda di setiap daerah dengan tertinggi di Jakarta dan Bandung.

2. Di tingkat global bisa mencapai Rp80 juta sebulan

ilustrasi editor video (pexels.com/Ron Lach)

Sebagai perbandingan global, data dari U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS) 2024 menunjukkan bahwa median gaji editor video di Amerika Serikat mencapai sekitar $70,570 per tahun, atau $33.93 per jam. Jika dirupiahkan mencapai Rp1,19 miliar per tahun atau Rp576 ribu per jam. Meski tidak dapat disamakan secara langsung, angka ini menunjukkan tingginya nilai profesi tersebut di industri kreatif global.

Pengamat industri kreatif menilai bahwa standar gaji video editor di Indonesia masih sangat bergantung pada portofolio dan kemampuan teknis. Editor yang menguasai perangkat lunak seperti Adobe Premiere Pro, After Effects, atau DaVinci Resolve, serta memiliki kemampuan storytelling yang kuat, cenderung memiliki nilai tawar lebih tinggi.

3. Ada juga sistem freelance untuk jasa editing

ilustrasi editor video (pexels.com/Ron Lach)

Selain itu, sistem kerja juga memengaruhi penghasilan. Untuk pekerja lepas (freelance), tarif editing video bisa berkisar dari Rp300 ribu hingga Rp1 juta untuk konten sederhana, hingga Rp1 juta sampai Rp5 juta atau lebih untuk proyek komersial.

Hal ini menunjukkan di era digital yang serba visual, peran video editor tidak lagi sekadar teknis, tetapi juga strategis dalam menyampaikan pesan dan membangun citra sebuah brand atau media.

Editorial Team