Medan, IDN Times- Profesi video editor kini semakin dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan konten digital. Namun masih ada saja yang meremehkan pekerjaan editing ini. Kasus videografer Amsal Sitepu yang dituduh melakukan markup untuk jasa pembuatan video desa viral salah satu contohnya. Jasa editing dianggap jaksa sesuatu yang hanya dinilai 0 rupiah.
Padahal saat ini mulai dari media massa, agensi kreatif, hingga kreator individu, semuanya bergantung pada peran editor video untuk menghasilkan konten yang menarik dan komunikatif. Namun, berapa sebenarnya gaji yang layak untuk profesi ini?
