Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belajar Tatap Muka Sudah Dimulai, Sumut Masih Diselimuti Asap
Kondisi kabut asap di Kota Medan. (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Asap terdeteksi di seluruh Sumatra Utara pada 21 Oktober 2026, dengan jarak pandang di Silangit dan Aek Godang turun menjadi 1–5 kilometer.

  • BMKG memperkirakan sebaran asap bertahan hingga tiga hari; pola angin mengarah pada kemungkinan kiriman dari Sumatra bagian selatan dan Kalimantan, sementara titik panas lokal nihil.

  • Kualitas udara di sejumlah wilayah berkategori sedang. Warga diminta membatasi aktivitas luar ruang, memakai masker saat memburuk, serta berkendara lebih pelan dan waspada.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times —Pemerintah Provinsi Sumatra Utara sudah memberlakukan lagi belajar tatap muka usai 3 hari menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun sebaran asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatra Utara berdasarkan pemantauan citra satelit pada Rabu (21/10/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat penurunan jarak pandang di Stasiun Meteorologi Silangit dan Aek Godang, berkisar 1–5 kilometer.

Dalam laporan potensi sebaran asap yang diterbitkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, kondisi tersebut diprakirakan masih berlangsung hingga tiga hari ke depan. Masyarakat diimbau berhati-hati saat berkendara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kualitas udara memburuk.

1. Asap terdeteksi menyebar di seluruh wilayah Sumatra Utara

Foto udara langit Kota Medan yang diselimuti kabut asap di Sumatera Utara, Rabu (14/10/2026). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kualitas udara di Kota Medan masuk dalam kategori sedang atau tidak sehat dampak sebaran kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Berdasarkan pemantauan citra satelit pada Rabu (21/10/2026) pukul 10.00 WIB, asap terdeteksi menyebar di seluruh wilayah Sumatra Utara. Analisis angin menunjukkan pergerakan dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara.

“Pola angin tersebut mengindikasikan asap yang terdeteksi di Sumatra Utara merupakan kiriman dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan. Namun, penentuan sumber asap secara pasti masih memerlukan analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya,” ujar Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2026).

2. Tidak terdapat titik panas di wilayah Sumatra Utara

Suasana Kota Medan yang mulai diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Sementara itu, hasil pemantauan titik panas selama 24 jam pada 20 Oktober 2026 menunjukkan tidak terdapat titik panas di wilayah Sumatra Utara.

Selain sebaran asap, BMKG mencatat penurunan jarak pandang di Stasiun Meteorologi Silangit dan Stasiun Meteorologi Aek Godang. Pada Rabu (21/10/2026) pukul 10.00 WIB, jarak pandang di kedua lokasi dilaporkan berkisar 1–5 kilometer.

“Masyarakat yang berkendara di wilayah berkabut atau terdampak asap diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan,” ujar Hendro.

3. BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker yang sesuai

Suasana Kota Medan yang mulai diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Pemantauan kualitas udara pada hari yang sama juga menunjukkan sejumlah wilayah di Sumatra Utara berada dalam kategori sedang berdasarkan konsentrasi partikel halus PM2.5. Karena kondisi dapat berbeda antarlokasi, masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan informasi kualitas udara dan mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kondisinya memburuk.

BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap, terutama ketika kualitas udara memburuk. Pengendara juga diminta lebih waspada saat jarak pandang terbatas untuk mengantisipasi risiko kecelakaan.

Pemerintah daerah turut diimbau berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri setempat guna mengantisipasi dampak sebaran asap serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Masyarakat dapat memantau informasi resmi melalui media sosial BBMKG Wilayah I Medan, @infobmkgsumut. Informasi juga tersedia melalui layanan telepon 082168043653 atau email bbmkg1@bmkg.go.id.

Curated For You

Editorial Team

Related Article