Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tangan pelaku diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Tangan pelaku diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Medan, IDN Times - Komplotan begal lagi-lagi beraksi di Kota Medan, kali ini menyasar kelompok rentan. Korbannya ialah seorang gadis remaja bernama Mirda Maharani (21 tahun) yang saat itu hendak pergi bekerja.

Komplotan begal tanpa basa-basi langsung merampas motor, menghiraukan Mirda yang hanya bisa berteriak minta tolong. Perempuan yang saban hari bekerja sebagai karyawan swasta itu, hanya bisa pasrah melihat motornya yang ia pakai untuk mencari nafkah raib di tangan bandit jalanan. 

1. Total ada 5 pelaku

Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo membenarkan insiden itu. Minggu (18/1/2026) pihaknya bersama tim gabungan telah menangkap 2 dari 5 pelaku yang melakukan pembegalan terhadap korban bernama Mirda.

"Tim mengamankan 2 orang remaja pelaku aksi begal yang terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025 subuh di Jalan Besar Hamparan Perak," kata Agus, Senin (19/1/2026).

Usai diselidiki dan ditangkap, pelaku pembegalan ternyata masih duduk di bangku sekolah menengah. Masing-masing mereka berinisial SR (16 tahun) dan N (16 tahun).

“Kedua pelaku merupakan remaja yang terlibat dalam aksi begal terhadap seorang korban yang saat itu melintas di lokasi hendak pergi bekerja dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario,” lanjutnya.

2. Korban diancam para pelaku pakai senjata tajam

Polres Pelabuhan Belawan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Komplotan begal yang berjumlah 5 orang itu menghentikan korbannya secara paksa. Bahkan mereka dilengkapi dengan senjata tajam bersiap untuk mengancam seorang karyawan swasta yang tak berdaya itu.

“Korban dipepet hingga hampir terjatuh. Setelah korban berhenti, para pelaku mengancam korban dan memaksanya turun, kemudian mengambil sepeda motor korban beserta tas korban yang berada di dalam jok sepeda motor,” beber Agus.

Dari hasil penyelidikan polisi, para pelaku sendiri merupakan remaja yang terafiliasi oleh geng motor. Agus menjelaskan bahwa kelompok mereka dinamai Geng Motor Pasbar.

“Dari hasil penyelidikan, kami mengidentifikasi identitas serta keberadaan para pelaku, hingga akhirnya dilakukan penangkapan terhadap 2 orang pelaku tersebut,” rincinya.

3. Meski masih remaja, para pelaku sudah melakukan aksi begal sebanyak 5 kali

Tangan pelaku diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Meskipun korban sudah ditangkap, namun polisi mengatakan sepeda motor yang dibegal pelaku sudah dijual. Mereka nekat menjualnya dengan harga relatif murah.

“Para pelaku juga mengakui telah menjual sepeda motor korban dengan harga Rp8 juta melalui perantara 3 temannya yang lain, dan masing-masing pelaku mendapat bagian sebesar Rp1 juta," ungkap Agus.

Berdasarkan pengakuan tersangka, kelompok mereka bukan hanya sekali menjalankan aksi jalanan ini. Total sudah ada 5 orang yang menjadi korban mereka.

"Saat ini, kedua pelaku masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. Sementara 3 pelaku lainnya masih dalam pengejaran," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team