Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penjelasan PLN Soal Banyak Wilayah yang Masih Padam Listrik di Medan
Kemacetan panjang terjadi di pertigaan Jalan Jamin Ginting - dr Mansur (USU) karena pemadaman listrik. (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Pemadaman listrik meluas di Sumatra sejak Jumat akibat kerusakan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang dipicu cuaca ekstrem.
  • PLN menyebut baru 173 dari total 540 penyulang berhasil dipulihkan, sementara sebagian wilayah seperti Medan Polonia dan Marelan mulai mendapat aliran listrik kembali.
  • Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan gangguan sistem menyebabkan efek domino hingga Aceh, dan tim terus menyalakan pembangkit secara bertahap selama proses pemulihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Pemadaman listrik di sejumlah provinsi di Pulau Sumatra masih berlangsung hingga Sabtu (23/5/2026) siang. Di Kota Medan, Sumatra Utara, sejumlah kecamatan masih padam. Salah satunya Kecamatan Medan Johor.

Sementara itu, sejumlah  kecamatan lain dikabarkan sudah pulih bertahap. Seperti di kawasan Medan Polonia, Medan Tembung, dan sejumlah titik di Kecamatan Medan Selayang.

Pemadaman listrik dari Aceh hingga Sumatra Barat diduga disebabkan oleh kerusakan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai, Jumat (22/6/2026). Kerusakan sendiri diklaim  akibat cuaca ekstrem.

PLN mengklaim terus melakukan upaya pemulihan jaringan kelistrikan. PLN Unit Induk Daerah (UID) Sumatra Utara mengumumkan, Upaya pemulihan sudah dilakukan terhadap 173 penyulang dari total 540 penyulang yang terdampak.

Dalam keterangan teranyar, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menyatakan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat. Utamanya di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh.

Dia menyebut, cuaca menyebabkan gangguan pada system transmisi. Sehingga system transmisi ke luar dari sistem kelistrikan Sumatera.

“Dampaknya adalah adanya shock terhadap pembangkit-pembangkit kami. Ada sebagian wilayah di mana karena bebannya itu hilang maka terjadi oversupply.  Frekuensi sistem kelistrikan di daerah tersebut naik dan tegangannya juga naik sehingga pembangkitnya langsung secara otomatis ke luar dari sistem atau kalau dalam istilahnya dari publik adalah pembangkitnya secara otomatis padam,” kata Darmawan dalam keterangan kepada awak media.

Kondisi lainnya terjadi pada sejumlah daerah yang mengalami penurunan voltase. Sehingga otomatis pembangkit juga ke luar dari system ketenagalistrikan dan kemudian padam.

“Kami menyampaikan kondisi ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenang kelistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara sampai ke Aceh. Dan ini adalah gangguan kelistrikan yang cukup luas di wilayah Sumatra,” ungkapnya.

Saat ini, pemulihan diklaim terus dilakukan. Mulai dari sistem gardu induk hingga proses menyalakan kembali pembangkit yang ada. Estimasi pemulihan pada pembangkit mulai dari lima sampai 20 jam.

“Untuk itu seluruh tim kami kerahkan. Pembangkit-pembangkit yang bisa kami nyalakan dengan cepat, terutama pembangkit hidro dan pembangkit gas, dari tadi malam langsung satu persatu secara sistematis kita nyalakan,” pungkasnya.  

Editorial Team