Medan, IDN Times - Banjir bandang dan longsor yang menghantam sejumlah wilayah Sumatra pada akhir 2025 meninggalkan pertanyaan yang lebih besar dari sekadar curah hujan ekstrem. Sorotan kini mengarah ke rusaknya hutan di daerah aliran sungai (DAS) Batang Toru, perubahan tutupan lahan, dan ancaman bagi habitat orangutan Tapanuli.
Sejumlah laporan investigasi dan penelitian sudah mengulas kondisi di kawasan ini. Ada data perubahan tutupan hutan, dugaan keterkaitan aktivitas manusia dengan kerusakan lingkungan, dan estimasi dampak bencana ke satwa liar.
Menjelang akhir 2026, potensi bencana masih menghantui tiga provinsi; Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Informasi yang dihimpun, sejumlah wilayah di tiga provinsi ini, masih mengalami banjir berulang. Meski tingkat keparahannya, belum sebanding dengan bahala 2025 lalu.
Biar kamu nggak salah paham, yuk simak enam hal yang perlu diketahui soal bencana Sumatra ini.
