Aceh Tamiang, IDN Times - Mariono (43) seakan tidak pernah menyerah pada keterbatasannya. Kaki lelaki yang akrab disapa Nono ini tidak sempurna, tongkat ketiak selalu disisinya. Namun, kakinya masih kuat menjejak dengan lincah. Dan, tangannya masih bertenaga untuk mengotak-antik mesin sepeda motor.
Sejak enam tahun lalu, tak ada lain yang dikerjakannya kecuali menjadi mekanik. Bertahun-tahun ia bergulat dengan oli, kunci mekanik hingga mengenali "penyakit" sepeda motor yang ia pegang.
Nono adalah penduduk Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Ia anggota kelompok bengkel difabel binaan Pertamina EP Rantau Field. Kendati penyandang tunadaksa, Nono selalu kelihatan tentram.
Dari pengalamannya sendiri, ia percaya untuk dapat makin tentram, manusia harus madep mantep (teguh dan yakin) serta kebatinane mboten wonten napa-napane. Artinya, manusia harus mengkosongkan diri dalam hidup batinnya.
"Bengkel ini pemberi kehidupan bagi saya dan keluarga. Semenjak dapat pelatihan dan diberdayakan jadi mekanik, ekonomi saya jadi lebih baik," ujarnya kepada media, Senin (16/3/2026).
