Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jakarta_SDGsAcademy_003.jpg
Citra Triana Chief Operating Officer (COO) Rahsa Nusantara (Dok. Pribadi)

Jarinya lincah mengetik kata ‘license’ dan ‘sustainability’ di laman pencarian google laptop. Satu demi satu berita yang muncul dibuka dan dibaca dengan seksama.  Pada saat itu, November 2023 jadi moment kali pertama Citra Triana me-klik laman website SDG Academy Indonesia.

Tujuan awal Citra melakukan pencarian itu bertujuan untuk mengetahui tentang cara mendapatkan sertifikasi sustainability untuk produk jamu Rahsa Nusantara. Citra adalah Chief Operating Officer (COO) Rahsa Nusantara sejak 2018 dan bertanggung jawab untuk pengurusan lisensi sustainability semua produk.

Yang ia temukan malah ajakan mendaftar menjadi peserta SDG Academy Indonesia. Citra kala itu tak paham betul apa itu SDG Academy dan apa yang didapatnya jika mendaftar. Maklum saja, Citra adalah lulusan Teknik Industri Universitas Telkom Bandung. Sustainability adalah kata yang awam baginya.

Diselimuti rasa penasaran yang amat kuat, ia mendaftar ikut program SDG Academy Indonesia detik itu juga. Ketidaksengajaan ini membawa Citra menuju dunia yang tidak pernah ia duga. Sustainability kini telah ‘meracuni’ dan mengubah cara pandang dan tindakannya.

“Gak sangka, daftarnya di waktu last minute, baru pertama kali daftar, dan ternyata lolos. Padahal tujuan utama saya adalah ingin cari tahu cara membuat lisensi sustainability produk jamu.  Karena penasaran dan ingin belajar, saya beranikan diri ikut,” kata Citra pada IDN Times, Rabu (4/2/2026).

Citra resmi jadi peserta batch 5 SDG Academy Indonesia, mengikuti pelatihan di Jakarta dan project lapangan selama empat bulan. Yang tak pernah terbayangkan oleh Citra adalah ia akan berangkat ke Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama teman-teman satu timnya untuk mengaplikasikan project sustainability bertajuk “Nusa Mori”.  

Citra Triana (tiga dari kiri) dan rekan-rekannya di SDG Academy Indonesia (Dok. Pribadi)

Citra menjelaskan Nusa Mori adalah sebuah proyek puncak dari SDG Academy yang fokus pada penguatan pertanian berkelanjutan dan sistem produksi-konsumsi sirkular di Rote Ndao. Tujuannya untuk pemberdayaan petani lokal dan perempuan dalam memproduksi dan mengolah daun kelor atau moringa yang sarat nutrisi. Ekstraksi Daun Kelor bisa menjadi solusi untuk memperpendek kesenjangan gizi di wilayah tersebut.

“Daun kelor ini banyak manfaat. Bisa jadi campuran obat, masakan, bubur bayi, dan lain sebagianya. Persoalannya Daun Kelor hanya bisa bertahan 3 jam, setelah itu akan menguning dan khasiatnya akan berkurang. Proyek Nusa Mori adalah untuk mengajarkan petani lokal dan perempuan untuk mengestraksi daun kelor menjadi bubuk sehingga bisa disimpan lebih lama dan bisa didistribusikan lebih jauh menjangkau daerah 3T Indonesia, Rote Ndau adalah pilot projectnya,” jelas perempuan kelahiran Solo 28 tahun lalu ini.

Melalui pendanaan, pendampingan, dan bantuan teknis dari SDG Academy, Nusa Mori mampu meningkatkan pengolahan nilai tambah, meningkatkan mata pencaharian masyarakat, dan memposisikan bubuk daun kelor sebagai produk berkelanjutan yang dapat dikembangkan dan selaras dengan 17 pilar Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

“Proyek ini kami lakukan di dua Desa, Lekunik dan Oeleka, Kecamatan Lobalain. Kami ajarkan menggunakan alatnya untuk ekstraksi daun kelor. Secara langsung memberikan manfaat kepada 13 petani dan 2 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif. Sudah dua tahun berlalu, Nusa Mori masih terus bergulir di sana,” jelasnya.

Citra Triana bersama rekannya di SDG Academy Indonesia dan warga Rote Ndao, NTT (Dok. Pribadi)

Mendapat ilmu dari SDG Academy dan berhasil mengaplikasikan projek utama di Rote Ndao adalah sesuatu yang sangat membahagiakan bagi Citra. Ternyata usaha tak akan mengkhianati hasil. Nusa Mori memberi lebih dari yang pernah dibayangkannya.

Citra dan timnya meraih penghargaanThe Most Valuable Project atau “Proyek Paling Berharga” dari SDG Academy tahun 2024. Sebagai bukti dari upaya kolektif tim dan komunitas lokal untuk bersama-sama mengaplikasikan Nusa Mori.

Pada tahun yang sama ia meraih penghargaan SDGs Action Awards dari Bappenas dan ASEAN Social Enterprise Development Programme 3.0 dari ASEAn Foundation. Jelas sesuatu yang amat membanggakan bagi Citra.

“Memang waktu itu selain SDG Academy saya ada mendaftar yang lain berkaitan dengan sustainability dan gak menyangka bisa meraih tiga sekaligus tahun itu,” ucap Citra.

Citra Triana bersama rekannya di SDG Academy Indonesia dan warga Rote Ndao, NTT (Dok. Pribadi)

Pasca menjadi alumni SDG Academy Indonesia Batch 5, Citra kini mengantongi berbagai lisensi dan sertifikat berkelanjutan. Di antaranya Certified Sustainability Leader dari SDG Academy, ASEAN Social Enterprise Development Programme 3.0, dan Youth Action Forum 4.0 by United In Diversity.

Citra juga aktif menggelar berbagai proyek keberlanjutan melibatkan Rahsa Nusantara di berbagai daerah. Di antaranya Pengujian Minuman Fungsional dan Kesadaran tentang Stunting melalui Pemasaran Gerilya di Bali, Memberdayakan Ibu untuk Generasi yang Lebih Sehat: Pengembangan dan Penyebaran Kampanye Kesadaran Gizi dan Minuman Fungsional di Rote Ndao, Memberdayakan Komunitas Lokal Kalibiru: Memanfaatkan Kebaikan Alam melalui Pembuatan Rempah-Rempah, serta Pengembangan Pemuda Bandung yang didukung oleh Global Shapers Bandung.

Dalam ranah yang lebih pribadi, Citra juga menerapkan apa yang ia dapatkan dari SDG Academy. Satu yang paling mencolok adalah soal pemilahan sampah dari rumah. Menurutnya persoalan sampah di Indonesia masih sangat sulit diterapkan. Dari rumah tangga sudah ada yang memiliki kesadara untuk memilah sampah, tetapi di level pengepul, sampah yang sudah dipilah malah dicampur kembali.

Citra akhirnya mencari mitra yang bisa menampung dan mengolah sampah sesuai jenisnya.

“Total saya sekarang punya 5 mitra pengepul sampah, ada yang khusus menerima sampah plastik, sampah basah, sampah kertas, hingga limbah B3. Di Bandung ini kan sulit ya mencari mitra seperti itu, tapi saya komitmen untuk melakukannya,” jelasnya.

Citra Triana Chief Operating Officer (COO) Rahsa Nusantara (Dok. Pribadi)

Rahsa Nusantara juga merasakan dampaknya. Dari mulai sertifikasi produk yang sudah dilengkapi hingga pemilihan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Citra berjanji tidak akan berhenti dan cepat puas dengan apa yang telah dilakukannya mulai 2023 hingga saat ini dan akan terus menularkan kebiasaan baik pada orang sebanyak-banyaknya.

Ia senang ketidaksengajaan me-klik laman SDG Acedemy telah mengantarkannya menjadi pribadi yang berbeda dan lebih baik serta bisa membawa Rahsa Nusantara menjadi lebih ramah lingkungan.

“Pengetahuan bertambah, cara berpikir juga berubah. Semangat itu yang ingin saya tularkan pada orang banyak,” pungkasnya.

Editorial Team