Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diterpa Hujan Deras, Begini Kondisi Asap Karhutla di Sumut Kini
Kondisi kabut asap di Kota Medan. (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Asap diduga dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan terdeteksi di seluruh Sumatera Utara.

  • Jarak pandang di lima stasiun meteorologi menurun hingga kisaran 1–4 kilometer.

  • BBMKG memperkirakan kondisi berlanjut tiga hari dan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (16/10/2026)

Pemantauan citra satelit selama 24 jam tidak menemukan titik panas dengan kategori sedang di Sumatera Utara.

Sabtu pagi

Asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Sabtu (17/10/2026) pukul 10.00 WIB

Asap masih terdeteksi di seluruh Sumatera Utara. Jarak pandang di lima stasiun meteorologi berada pada kisaran 1–4 kilometer, sementara angin bergerak dari timur hingga tenggara menuju barat laut sampai utara.

tiga hari ke depan

Penurunan jarak pandang diprakirakan masih berlanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Asap diduga dari kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di seluruh Sumatera Utara, dengan jarak pandang menurun hingga kisaran 1–4 kilometer.
  • Who?
    BBMKG Wilayah I Medan memantau kondisi tersebut dan mengimbau masyarakat serta pengendara meningkatkan kewaspadaan.
  • Where?
    Asap terdeteksi di seluruh Sumatera Utara. Penurunan jarak pandang terpantau di lima stasiun meteorologi.
  • When?
    Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB.
  • Why?
    BBMKG mengindikasikan asap terbawa angin dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan, tetapi lokasi asalnya belum pasti.
  • How?
    Angin bergerak dari timur hingga tenggara menuju barat laut sampai utara, sehingga kemungkinan membawa asap dari luar Sumatera Utara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Asap dari kebakaran hutan dan lahan terlihat di seluruh Sumatera Utara. BBMKG Medan melihat asap mungkin terbawa angin dari Sumatra bagian selatan dan Kalimantan. Jarak pandang menjadi 1–4 kilometer. Sekarang sumber asapnya belum pasti, dan kondisi ini diperkirakan masih berlangsung selama tiga hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemantauan lima stasiun meteorologi memberikan gambaran mengenai penurunan jarak pandang di Sumatera Utara. Imbauan BBMKG kepada pengendara, masyarakat, dan kepala daerah juga membantu mengarahkan langkah kewaspadaan, termasuk menjaga jarak aman, mengurangi aktivitas luar ruangan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi sebaran asap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Asap diduga dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, terdeteksi masih bertahan di seluruh wilayah Sumatra Utara pada Sabtu (17/10/2026). Meskipun sempat diguyur hujan deras dan langit sempat cerah.

1. Angin bergerak dari Timur hingga Tenggara menuju Barat Laut sampai Utara

Foto udara langit Kota Medan yang diselimuti kabut asap di Sumatera Utara, Rabu (14/10/2026). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kualitas udara di Kota Medan masuk dalam kategori sedang atau tidak sehat dampak sebaran kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengindikasikan asap terbawa angin dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan.

Berdasarkan pemantauan citra satelit selama 24 jam pada Jumat (16/10/2026), tidak ditemukan titik panas (hotspot) dengan kategori sedang di Sumatera Utara. Temuan tersebut berbeda dengan hasil pemantauan sebaran asap pada Sabtu pagi, ketika asap terdeteksi di seluruh wilayah provinsi tersebut.

Analisis pergerakan angin pada Sabtu (17/10/2026) pukul 10.00 WIB menunjukkan angin bergerak dari Timur hingga Tenggara menuju Barat Laut sampai Utara. BBMKG Wilayah I Medan mengaitkan pola angin tersebut dengan kemungkinan masuknya asap dari luar Sumatra Utara.

“Arah angin mengindikasikan asap berasal dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan, lalu terbawa menuju Sumatera Utara,” ujar Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho.

Hujan sempat terjadi pada pagi hingga siang hari. Saat sore hari langit mulai terlihat cerah. Namun kabut masih menyelimuti.

2. Kualitas udara dalam kategori sedang

Suasana Kota Medan yang mulai diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Hasil pemantauan tersebut belum memastikan lokasi asal asap. Penetapan sumbernya masih memerlukan pemeriksaan dinamika atmosfer serta informasi pendukung lainnya. Penurunan jarak pandang terpantau di lima stasiun meteorologi, yakni Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, Stasiun Meteorologi FL. Tobing, Stasiun Meteorologi Binaka, dan Stasiun Meteorologi Silangit. Pengamatan pada Sabtu (17/10/2026) pukul 10.00 WIB mencatat jarak pandang berada pada kisaran 1–4 kilometer.

Pada hari yang sama, hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan sejumlah wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang.

BBMKG Wilayah I Medan memprakirakan kondisi penurunan jarak pandang masih berlanjut hingga tiga hari setelah pengamatan.

3. Warga disarankan kurangi aktivitas di luar ruangan

Suasana Kota Medan yang mulai diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

BBMKG mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan ketika melintasi daerah dengan jarak pandang rendah. Pengendara juga diminta menjaga jarak aman dan menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan agar perjalanan lebih aman dalam kondisi berkabut atau berasap.

“Masyarakat yang menghadapi penurunan kualitas udara juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, warga diimbau menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap,” pungkasnya.

Selain mengingatkan masyarakat, BBMKG meminta kepala daerah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) setempat untuk mengantisipasi dampak sebaran asap dan meningkatkan kesiapsiagaan warga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article