Kurban sering kali dianggap sebagai ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang serbakecukupan. Pemikiran seperti ini masih melekat kuat di tengah masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.
Padahal, pemahaman tentang kurban tak sesempit itu. Nilai dari ibadah ini tidak hanya diukur dari besar kecilnya hewan yang disembelih, tetapi juga dari kesadaran, keikhlasan, dan kesiapan seseorang dalam berbagi.
Kurban bukan sekadar ritual, melainkan bentuk pendekatan diri kepada Tuhan melalui pengorbanan nyata. Justru karena kurban membawa makna spiritual yang dalam, pembahasannya tidak bisa dibatasi hanya dari sisi kemampuan finansial semata.
Berikut beberapa hal yang bisa membuka sudut pandang lebih luas tentang siapa sebenarnya yang berkewajiban berkurban, dan apa makna di baliknya.
