Medan, IDN Times - Dari kota Medan, Andreas Lim kembali mempersembahkan karya couture terbarunya yang bergerak di antara imajinasi, mitologi, dan sejarah. Setiap gaun diciptakan sebagai gema dari alam semesta musim semi, kaya akan simbolisme, warna-warna imperial, serta narasi yang terjalin dalam tiap detailnya.
Dengan siluet arsitektural yang megah dan permainan proporsi yang presisi, Andreas memadukan teknik couture klasik dengan interpretasi yang modern. Andreas Lim Hasilkan Karya Desain Paduan Teknik Couture Klasik Modern
Koleksi keduanya, Andreas mengeksplorasi konsep “Qi”, yang terkait dengan energi batin, aura, dan pancaran kehidupan yang mengalir pada manusia maupun alam. Terinspirasi oleh musim semi dan semangat Spring Festival, koleksi ini menghadirkan palet warna segar, dari rona-rona lembut hingga hitam pekat yang menggambarkan malam di musim semi.
Detail bunga seperti peony dan rose diterjemahkan dengan ketelitian embroidery, hand-beading, volume, serta permainan kain flowing seperti tule, organza, dan chiffon.
