Hujan berjam-jam membuat Sungai Bener Meriah meluap dengan membawa kayu (dok.warga)
Menurut M. Nasir, kecepatan menjadi kunci agar kayu hasil terbawa banjir tidak rusak, hilang, atau justru menimbulkan persoalan baru di lapangan. Ia mendorong agar tim pemanfaatan kayu hanyutan segera diaktifkan secara penuh.
“Kayu hanyutan ini jumlahnya cukup masif di beberapa wilayah terdampak. Jika tidak segera ditangani, potensinya akan hilang. Tim harus segera bekerja agar pemanfaatannya optimal dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan kayu hanyutan bukan sekadar soal teknis, melainkan bagian dari upaya menghadirkan solusi cepat dan adil bagi masyarakat terdampak bencana. Karena itu, seluruh mekanisme harus jelas, sederhana, dan berjalan cepat, dengan target penyelesaian sebelum bulan suci Ramadan.
M. Nasir juga mengingatkan agar kayu hanyutan benar-benar digunakan untuk kepentingan rehabilitasi dan rekonstruksi, bukan untuk kepentingan komersial. “Pemanfaatannya harus dikawal bersama agar tidak menyimpang dari tujuan utama, yaitu membantu masyarakat,” ujarnya.