Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Fakta Unik Masjid Agung Medan, Menara Tinggi Ikon Baru Kota
Masjid Agung Medan (Mangara Wahyudi)
  • Masjid Agung Medan Sumatera Utara kini menjadi ikon baru kota dengan menara setinggi sekitar 199 meter yang menjulang dan terlihat dari berbagai sudut Medan.
  • Tinggi menara memiliki makna simbolik, menggabungkan angka 1 sebagai lambang ketauhidan dan 99 yang merepresentasikan Asmaul Husna dalam desain arsitekturnya.
  • Pembangunan masjid dilakukan bertahap sejak 2016 dengan biaya sekitar Rp400 miliar, memperluas kompleks agar mampu menampung puluhan ribu jamaah sekaligus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di Medan, kalau orang menyebut masjid paling ikonik, biasanya satu nama langsung muncul, yakni Masjid Raya Al-Mashun. Sudah begitu sejak lama. Kubah hitamnya, bangunan tuanya, dan cerita Kesultanan Deli yang menempel di sana membuat masjid itu seperti wajah lama kota.

Banyak orang Medan tumbuh dengan gambaran itu. Kalau ada tamu dari luar kota, biasanya yang ditunjukkan lebih dulu juga Masjid Raya. Seolah-olah itulah masjid yang paling mewakili Medan.

Namun beberapa tahun terakhir, ada satu bangunan lain yang mulai ikut disebut. Masjid Agung Medan Sumatra Utara. Letaknya tidak jauh. Tapi yang paling mudah dikenali justru menaranya tinggi sekali, bahkan dari kejauhan sudah kelihatan.

Masjid ini memang belum punya sejarah sepanjang Masjid Raya. Tapi ukurannya besar, menaranya mencolok, dan terasa sangat baru. Pelan-pelan, orang Medan mulai menyebutnya juga ketika bicara tentang masjid di kota ini. Dan di balik kemegahannya, ada beberapa fakta unik yang tidak selalu terlihat dari luar.

1. Menaranya hampir 200 meter

Masjid Agung Medan (Mangara Wahyudi)

Hal pertama yang paling mencolok tentu saja menaranya. Dari bawah saja sudah terasa menjulang, apalagi jika dilihat dari agak jauh.

Dalam rencana pembangunannya, menara utama masjid ini dirancang mencapai sekitar 199 meter. Hampir dua ratus meter. Untuk kota seperti Medan, angka itu terasa cukup berani.

Kalau nanti benar-benar selesai sepenuhnya, menara ini berpotensi menjadi salah satu menara masjid tertinggi di Asia Tenggara. Dari beberapa sudut kota saja sebenarnya sudah bisa terlihat garisnya.

2. Tinggi menaranya punya makna simbolik

Masjid Agung Medan (Mangara Wahyudi)

Menara Masjid Agung Medan Sumatera Utara bukan hanya dibuat tinggi begitu saja. Dalam beberapa penjelasan desainnya, angka yang dipakai juga punya makna simbolik.

Tinggi menara sekitar 199 meter sering dikaitkan dengan angka 1 sebagai simbol ketauhidan dan 99 yang merujuk pada Asmaul Husna. Karena itu, menara ini bukan hanya elemen arsitektur yang mencolok di langit Medan, tetapi juga dianggap membawa pesan religius di balik ukurannya.

3. Pembangunannya dilakukan bertahap

Masjid Agung Medan (Mangara Wahyudi)

Ketika proyek pengembangan dimulai, bangunan lama tidak langsung diruntuhkan semuanya. Pembangunan dilakukan secara bertahap.

Masjid tetap digunakan seperti biasa. Jamaah masih datang, salat tetap berlangsung. Sementara di bagian lain kompleks, pembangunan berjalan pelan-pelan.Kadang terlihat jelas dari luar pagar. Kadang tidak terlalu terasa.

4. Karpetnya datang dari Turki

Masjid Agung Medan (Mangara Wahyudi)

Masuk ke dalam masjid, suasananya terasa berbeda. Lebih tenang. Lantainya dilapisi karpet tebal yang didatangkan dari Turki. Negara itu memang dikenal dengan karpet masjidnya.

Total luas karpet yang dipasang sekitar 3.300 meter persegi, dengan ketebalan hampir tiga sentimeter. Tidak terlalu mencolok secara visual, tapi ketika diinjak terasa bedanya

5. Menaranya dirancang jadi tempat melihat kota

Masjid Agung Medan (Mangara Wahyudi)

Menara tinggi itu bukan hanya untuk dilihat dari bawah. Dalam konsep desainnya, menara ini juga dirancang memiliki area observasi.

Dari ketinggian itu nanti panorama Kota Medan bisa terlihat lebih luas. Jalan-jalan yang biasanya terasa padat dari bawah akan tampak seperti garis panjang yang membelah kota. Semacam titik pandang. Tempat melihat kota dari sudut yang berbeda.

6. Salah satu proyek masjid terbesar di Sumatera Utara

Masjid Agung Medan (Mangara Wahyudi)

Pengembangan Masjid Agung Sumatera Utara bukan proyek kecil. Pembangunan yang dimulai pada 2016 ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp400 miliar.

Kompleksnya diperluas, fasilitasnya ditambah, dan kapasitas jamaah dibuat jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Masjid ini dirancang mampu menampung puluhan ribu orang dalam satu waktu.

Hari ini Masjid Agung Sumatera Utara sudah menjadi bagian dari wajah Medan yang perlahan berubah. Menaranya terlihat dari berbagai arah, kubahnya berdiri tenang di tengah kota yang terus bergerak.

Banyak orang mungkin hanya melewatinya sebentar di jalan yang ramai, tapi bangunan itu tetap ada di sana, tinggi, diam, dan pelan-pelan menjadi salah satu ikon kota.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team