Pernah mendengar anggapan kalau Gen Z gampang menyerah, terlalu sensitif, atau sedikit-sedikit butuh healing? Stereotip seperti ini masih sering muncul dan membuat generasi muda dicap manja oleh generasi sebelumnya. Padahal, perilaku seseorang gak bisa dinilai hanya berdasarkan usia atau generasi tempat mereka tumbuh.
Di balik label tersebut, ada banyak faktor yang memengaruhi cara Gen Z menghadapi pekerjaan, hubungan sosial, hingga tekanan hidup. Perbedaan cara berkomunikasi, pandangan terhadap kesehatan mental, dan ekspektasi di dunia kerja juga kerap memicu kesalahpahaman.
Lantas, apa saja stereotip tentang Gen Z yang sering dianggap sebagai generasi lemah dan manja? Yuk, kenali lima anggapan yang perlu dilihat dari sudut pandang berbeda agar kita gak buru-buru menghakimi!
