Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Manfaat Validasi dari Orang yang Tepat, Kamu Sudah Merasakannya?
ilustrasi pasangan (pexels.com/Nasirun Khan)

Banyak orang beranggapan bahwa kita sebaiknya tidak terlalu mencari validasi dari orang lain. Namun, bukan berarti kebutuhan akan validasi selalu buruk. Justru, mendapatkan validasi dari orang yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi diri kita. Lantas, siapa saja yang termasuk orang yang tepat?

Mereka adalah orang-orang yang benar-benar mengenal, memahami, dan menerima dirimu apa adanya. Sosok tersebut bisa berasal dari keluarga, sahabat terdekat, hingga pasangan hidup yang selama ini hadir dan menjalani banyak hal bersamamu.

Validasi dari orang-orang terdekat bukan sekadar membuat kita merasa dihargai. Ada berbagai manfaat positif yang bisa diperoleh ketika mendapatkan dukungan dan pengakuan dari orang yang memang memahami diri kita.

Lalu, apa saja manfaat mendapatkan validasi dari orang yang tepat? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

1. Sebagai wujud apresiasi

ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Secara logika, mendapatkan apresiasi dari orang lain saja rasanya sudah begitu luar biasanya. Apalagi, jika apresiasi berupa validasi itu lahirnya dari mulut orang-orang yang kita kenal baik.

Ya, mereka orang yang sayang dan peduli dengan kamu. Terlebih, mereka paham dan mengenal kelebihan serta kekuranganmu dengan begitu baik. Sehingga, apresiasi berupa validasi yang diberikan itu tentu atas penilaian objektif atas apa yang kamu lakukan. 

Nah, apresiasi dari orang yang tepat karena mengenal baik dirimu itu rasanya jauh berbeda dibandingkan dapat dari orang asing. Apresiasi semacam itu akan lebih menyentuh hatimu karena kamu merasakan bahwa dirimu berhak mendapatkan validasi itu, terlebih dari orang-orang yang kamu sayangi dan menyayangimu. 

2. Reward atas perjuangan meraih validasi

ilustrasi pasangan (pexels.com/SHVETS production)

Sesederhana, kamu yang dikenal pasanganmu sebagai sosok orang yang hobi terlambat. Lalu, dengan perjuanganmu akhirnya bisa berubah menjadi disiplin secara waktu. Tentunya, pasanganmu akan memberikan validasi bahwa kamu sudah berubah menjadi pribadi yang lebih bisa manajemen waktu.

Validasi yang diberikan oleh pasanganmu itu rasanya menjadi penghargaan dengan nilai tersendiri. Bak mendapatkan piala atas perjuangan yang begitu luar biasa untuk melawan rasa malas disiplin. Hingga melawan berbagai kebiasaan buruk yang sudah tertancap dalam dirimu.

Kamu layak mendapatkan penghargaan berupa validasi dari orang-orang tepat yang ada di sekitarmu. Kamu begitu luar biasa atas perjuangan perbaikan hidup yang sudah kamu tempuh!

3. Memacu untuk terus semangat melakukan nilai dari validasi yang didapatkan

ilustrasi pasangan (pexels.com/Antoni Shkraba)

Contoh sederhananya, ketika kamu berbuat kebaikan, lalu kamu mengunggahnya ke media sosial, akan ada dua sisi yang melihat aksimu. Yakni, di satu sisi ada pihak yang menganggap kamu tak ikhlas berbagi, pamer kekayaan, hingga haus validasi. 

Namun, di sisi lain ada orang-orang dengan pemikiran yang tepat akan melihat dari sudut pandang yang positif. Mulai dari melihat niat baikmu hingga memberikan validasi bahwa kamu juga orang yang baik hati. Bahkan, sampai pada pemikiran bahwa aksimu itu heroik bak menetralisir isi konten media sosial yang sudah mulai dipenuhi konten akan hal buruk.

Dengan konten aksi berbagimu, orang yang tepat bisa menilai hal itu memotivasi orang lain. Pun setidaknya sekadar menormalisasi akan bolehnya mengunggah apa pun itu, terlebih dalam hal kebaikan. 

Jadi, kamu lebih mendengar validasi dari orang yang tepat atau sakit hati dengan omongan tak baik dari orang yang tak mengenalmu? Bijaklah dalam memilih. Jadikan validasi dari orang yang tepat untuk bisa membuat kamu terus bersemangat berbuat baik untuk orang lain dan dirimu sendiri. 

4. Memacu untuk meningkatkan nilai dari validasi yang didapatkan

ilustrasi pasangan (pixabay.com/sasint)

Coba bayangkan, saat kamu dipuji oleh keluargamu, temanmu, higga pujaan hatimu akan hal baik yang kamu miliki atau lakukan, bagaimana rasanya? Menyenangkan, ya. Dengan begitu, haus validasi dari orang yang tepat itu bisa memacu semangat untuk meningkatkan perjuangan akan mendapatkan lagi dan lagi validasi itu. 

Kalau kamu dipuji karena rajin ibadah, kamu jadi semakin haus untuk validasi pujian serupa dengan melakukan ibadah lainnya. Dari yang semula sekadar sholat lima waktu serta mengaji. Kini, semakin meningkat dengan tambahan sholat sunnah hingga berpuasa. 

Jadi, validasi dari orang yang tepat itu memang dibutuhkan untuk semangat hidup. Kalau kamu memang membutuhkannya, jangan ragu untuk dikomunikasikan dengan orang-orang terdekatmu bahwa kamu membutuhkan validasinya untuk semangat terus progresif atas diri sendiri, ya. 

5. Melahirkan kepuasan hidup yang membahagiakan

ilustrasi berbahagia (pixabay.com/HuyNgan)

Diberikan validasi dengan cara disanjung-sanjung oleh orang tersayang tentu rasanya begitu membahagiakan, ya. Validasi tertentu yang muncul dari mulut orang-orang terbaikmu itu menjadi hal yang begitu memuaskanmu secara lahir dan batin.

Validasi itu menjadi kebahagiaan tersendiri yang tak terukur nilai dan harganya. Saat kamu sedang berpuas hati, tentu aktivitas seharian jadi lebih menyenangkan. Ya, validasi seperti kamu keren, kamu cantik, kamu baik, kamu luar biasa, hingga begitu baiknya hatimu itu berhasil jadi mood booster. 

Pada dasarnya, tak ada yang salah dengan haus akan validasi, asal sesuai porsi dan tempatnya. Terlebih, mendapatkan pun meminta validasi itu kepada orang yang tepat, orang yang benar-benar bisa menghargai kamu, mengenal baik kamu, serta yang sayang dan kamu sayangi. Jadi, teruslah berada di lingkungan yang tepat jika kamu termasuk orang yang haus akan validasi sebagai semangat hidup. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article