Imlek di Medan selalu meninggalkan kesan yang sulit dirangkum dengan satu kalimat. Diksi 'Angpao' pun akan selalu menggaung di sekitar kita. Ada keramaian, ada kebisingan, tetapi juga ada rasa akrab yang tumbuh dengan sendirinya. Perayaan ini tidak hanya berlangsung di ruang-ruang privat etnis yang merayakan, melainkan terasa hidup di jalanan, di dapur rumah, hingga dalam obrolan sehari-hari.
Sebagai kota yang sejak awal dibentuk oleh perjumpaan banyak etnis, Medan memiliki cara sendiri yang otentik dalam merayakan Imlek. Tradisi Tionghoa, khususnya Hokkien, bertemu dan berbaur dengan budaya Melayu, Batak, India dan lainnya. Dari pertemuan itulah lahir perayaan yang tidak sepenuhnya seragam, namun justru terasa lebih manusiawi dan dekat dengan kehidupan.
Semua akulturasi yang rumit itu berjalan bersama di tumbuh kembangnya kota Medan. Dengan semua nilai otentik yang membuat penasaran, IDN Times akan berikan kamu hal unik terkait perayaan imlek di Medan. Mari simak!
