Menjelang Imlek, banyak orang menata ulang harapan. Ada yang sibuk menyiapkan perayaan, ada pula yang memilih berhenti sejenak dan menoleh ke belakang. Bagi sebagian masyarakat Tionghoa, tahun baru adalah tentang ingatan, nilai hidup, dan perjalanan panjang para pendahulu.
Di Medan, perenungan semacam itu kerap membawa satu nama ke permukaan. Tjong A Fie. Sosok saudagar besar pada masa kolonial, yang pengaruhnya tak berhenti dibahas hanya pada neraca keuntungan yang ia peroleh. Jejaknya meresap ke ruang sosial, budaya, bahkan cara kota ini bertumbuh.
Perjalanan hidup Tjong A Fie mencerminkan semangat merantau yang lekat dengan tradisi Imlek. Ada kerja keras, ketekunan, juga tanggung jawab sosial yang menyertai kesuksesannya. Di balik rumah megah di kawasan Kesawan dan catatan sejarah yang sering dikutip, tersimpan banyak sisi menarik yang jarang dibahas. Lima fakta berikut membantu melihatnya lebih dekat, sebagai manusia dengan visi yang jauh ke depan. Mari simak!
