Pagi di Cemara Asri berjalan seperti biasa. Jalanan yang riuh di depannya, deretan ruko berderet rapi. Lalu di satu titik, kubah hijau itu terlihat lebih dulu daripada bangunannya. Ia tak mencolok, tapi cukup untuk membuat orang menoleh dan memperlambat langkah.
Dan di halaman masjid, suasananya cenderung lebih tenang. Ada yang datang untuk salat, ada yang sekadar duduk di serambi. Sesekali burung pun melintas rendah, suara sayapnya terdengar tipis di udara. Di tempat ini, waktu terasa bergerak lebih pelan.
Masjid indah itu pun bernama Al-Musannif yang terletak di Deli Serdang. Punya banyak cerita tapi bukan saja karena bentuknya yang berbeda, tetapi juga karena cerita dan gagasan yang menyertainya. Berikut lima hal yang membuatnya layak dikenal lebih dekat.
