Itikaf merupakan ibadah dengan cara berdiam diri di masjid. Dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai amalan. Selama Ramadan, ibadah ini banyak dilakukan umat muslim dengan meramaikan masjid-masjid. Berbagai kegiatan yang dilakukan mulai dari tadarus qur'an hinga berzikir.
Terutama pada 10 hari Ramadan, waktu di mana malam Lailatul Qadar menjadi hal yang dicari.
Dikutip dari website Muhammadiyah, hal tersebut diriwayatkan oleh Aisyah ra dalam hadis yang sangat masyhur:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشَرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللّٰهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
(رواه مسلم)
“Sesungguhnya Nabi saw. selalu beritikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau wafat. Kemudian istri-istri beliau melakukan itikaf setelah beliau wafat.” (HR. Muslim).
Ada empat amalan yang dilakukan saat itikaf di masjid berdasar fatwa tarjih tentang itikaf dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
