ilustrasi membentuk mental anak (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Sedangkan, pada kelompok remaja, masalah yang paling banyak adalah mereka yang melukai diri sendiri (Non-suicidal self-injury).
"Umumnya, karena mereka mengalami depresi dan kemarahan yang tidak tersalurkan dengan baik sehingga mereka mengalihkannya dengan melukai diri sendiri," ucap Irna.
Masalah lain yang banyak ditangani adalah remaja yang mengalami trust issue dan insecurity. Hal ini membuat mereka mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Keluarga yang tidak utuh sering menjadi penyebab kejadian tersebut.
"Masalah lain adalah kesulitan belajar karena rendahnya motivasi remaja. Mereka menjadi mudah menyerah dan putus asa ketika dihadapkan pada kesulitan. Sulit berkonsentrasi sehingga perhatian mudah teralihkan. Umumnya gangguan ini dilatarbelakangi oleh kecanduan games atau internet dan media sosial," tambahnya.
Paparan media sosial sering membuat remaja menjadi membandingkan dirinya dan menghabiskan banyak waktu karena ingin mengikuti tren yang ada di dunia maya. Mereka menjadi procastinator yang selalu menunda-nunda pekerjaannya, untuk mengerjakan tugad dari sekolah atau dari rumahnya.