Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi gajah mati karena kekeringan (pixabay.com/Yuri)
ilustrasi gajah mati karena kekeringan (pixabay.com/Yuri)

Intinya sih...

  • 3 gajah Sumatra dibunuh di Riau sejak 2020, belum ada kasus terungkap

  • Gajah diracun dan ditembak, modus pelaku untuk mengambil gading

  • Ratusan gajah liar dan puluhan gajah jinak tersebar di Riau menurut data BBKSDA Provinsi Riau

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pekanbaru, IDN Times- Kasus Gajah Sumatra yang mati dibunuh di Provinsi Riau, menjadi perhatian. Pasalnya, dari tahun 2020 hingga saat ini, belum ada satupun kasus pembunuhan gajah yang terungkap. Ada 3 ekor gajah yang mati dibunuh oleh pemburu liar.

Berdasarkan data yang diterima IDN Times dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya (BBKSDA) Provinsi Riau, ada 3 gajah di Bumi Lancang Kuning yang dibunuh sejak tahun 2020. Demikian dikatakan Kabid Teknis BBKSDA Provinsi Riau Ujang Holisidin.

"Berdasarkan data yang ada pada kami, kasus gajah yang dibunuh dari tahun 2020 hingga saat ini ada tiga kejadian," kata Ujang, Senin (9/2/2026).

1. Diracun dan ditembak, target pelaku mengambil gading

ilustrasi gading gajah (unsplash.com/Pawan Sharma)

Ujang menerangkan, ketiga gajah tersebut dibunuh dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang diracun dan terbaru ditembak dibagian dahinya. Adapun modus para pelaku, yakni mengambil gading gajah tersebut.

"Berdasarkan temuan, gajah-gajah ini dibunuh dengan cara diracun dan ditembak, dengan modus pengambilan gading," terang Ujang.

Adapun gajah-gajah yang dibunuh itu, 2 ekor gajah liar dan satu lagi gajah jinak bernama Rahman.

2. Ini kronologinya

Tim dokter dari BBKSDA Provinsi Riau saat melakukan pemeriksaan pada bangkai gajah yang dibunuh (IDN Times/ dok BBKSDA Riau)

Berikut ini kronologi pembunuhan gajah yang terjadi di Provinsi Riau:

  • Pada April 2020, ditemukan gajah mati yang dibunuh, di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Gajah berjenis kelamin jantan itu, ditemukan mati dalam keadaan mengenaskan. Bagian depan kepala mengalami luka terbuka bekas sayatan benda tajam. Sedangkan gadingnya masih dalam keadaan utuh. Tak hanya itu, tidak jauh dari lokasi, juga ditemukan bangkai belalai gajah yang sudah terpotong. Gajah itu, merupakan gajah liar atau tunggal yang telah terpisah dari rombongannya pada kantong Gajah Tesso Tenggara. Gajah ini beberapa kali memasuki area permukiman perkebunan masyarakat yang merupakan bagian dari wilayah jelajahnya (home range).

  • Pada Januari 2024, seekor Gajah Sumatra ditemukan mati di kawasan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. Gajah jantan yang diberi nama Rahman itu, mati dibunuh. Rahman yang berumur 46 tahun itu, dibunuh dengan cara diracun. Dimana, saat ditemukan, gading Rahman yang sebelah kiri telah dipotong dan hilang. Rahman merupakan gajah jinak binaan BKSDA Riau. Jasa Rahman sering digunakan oleh pawang untuk mengatasi gajah liar yang masuk ke pemukiman warga.

  • Pada Februari 2026, seekor gajah liar kembali ditemukan mati dibunuh. Adapun lokasinya, di kawasan konservasi, tepatnya di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Gajah tersebut dibunuh dengan cara sadis, yakni ditembak dibagian dahinya. Dalam kasus ini, kepala bagian depan gajah tersebut telah dipotong dan hilang. Adapun bagian tubuh gajah yang hilang yakni, dahi, mata, belalai dan gadingnya. Gajah tersebut diperkirakan berumur lebih dari 40 tahun. Dengan panjang badan 286 sentimeter.

3. Segini jumlah gajah liar dan jinak yang ada di Riau

Ilustrasi gajah. (Pixabay.com/djsudermann)

Ujang menambahkan, berdasarkan pendataan dan monitoring yang dilakukan BBKSDA Provinsi Riau, ada ratusan individu gajah liar di Bumi Lancang Kuning. Sedangkan gajah jinak atau binaan, sebanyak puluhan.

"Gajah liar yang teridentifikasi saat ini di Riau sejumlah 216 individu gajah liar yang tersebar pada 7 kantong Gajah Sumatra. Sedangkan untuk gajah jinak atau binaan, sejumlah 47 individu yang tersebar pada PLG (Pusat Latihan Gajah) atau FS (Flying Squad)," pungkasnya. 

Editorial Team