Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Bioskop yang Bertahan di Antara Mall Mati di Medan
Deretan kursi bioskop berwarna merah (unsplash.com/@felixmooneeram)
  • Tiga bioskop di Medan—Hermes XXI, Focal Point XXI, dan Thamrin XXI—masih beroperasi meski berada di mall yang sebagian besar sudah mati dan sepi pengunjung.
  • Ketiganya bertahan karena harga tiket murah berkisar Rp25–35 ribu, lokasi strategis dekat pemukiman, serta tetap menayangkan film terbaru setiap hari.
  • Penontonnya didominasi warga lokal yang mencari hiburan terjangkau dan suasana nostalgia, bukan sekadar tempat nongkrong atau gaya hidup modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
tahun 2010-an

Banyak warga Medan tumbuh di sekitar mall-mall lama ini dan memiliki kenangan menonton film di sana, menciptakan rasa nostalgia terhadap era tersebut.

kini

Tiga bioskop—Hermes XXI di Hermes Place Polonia, Focal Point XXI di Focal Point Mall, dan Thamrin XXI di Thamrin Plaza—masih beroperasi meski mall tempat mereka berada sudah sepi atau tutup. Harga tiket murah dan lokasi strategis membuatnya tetap bertahan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tiga bioskop di Kota Medan tetap beroperasi meski berada di dalam mall yang sebagian besar sudah tidak aktif dan sepi pengunjung.
  • Who?
    Bioskop Hermes XXI di Hermes Place Polonia, Focal Point XXI di Focal Point Mall, dan Thamrin XXI di Thamrin Plaza masih melayani penonton lokal.
  • Where?
    Ketiganya berlokasi di Kota Medan: Jalan Wolter Mongonsidi No.45 Polonia, Jalan Gagak Hitam Ringroad, dan Jalan MH. Thamrin No.75 Medan Area.
  • When?
    Kondisi ini berlangsung hingga saat ini, dengan jadwal pemutaran film rutin setiap hari meskipun mall tempatnya berada sudah tidak ramai.
  • Why?
    Bioskop-bioskop tersebut bertahan karena harga tiket yang terjangkau, lokasi strategis dekat pemukiman warga, serta faktor nostalgia bagi penonton setempat.
  • How?
    Mereka tetap beroperasi dengan menayangkan film terbaru setiap hari, menjaga kenyamanan ruang studio, dan menarik pengunjung melalui tarif Rp25–35 ribu per tiket.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Medan ada tiga bioskop yang masih buka walau mall-nya sudah sepi dan gelap. Namanya Hermes XXI, Focal Point XXI, dan Thamrin XXI. Di luar mallnya kosong, tapi di dalam bioskopnya ramai orang nonton film. Tiketnya murah jadi banyak keluarga dan anak muda datang. Sekarang bioskop-bioskop itu tetap hidup dan bikin orang senang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah mall-mall yang sunyi dan ditinggalkan, tiga bioskop di Medan menunjukkan daya hidup yang menghangatkan. Dengan harga terjangkau dan suasana sederhana, tempat ini tetap menjadi ruang hiburan bagi warga sekitar. Kehadiran mereka bukan sekadar bisnis bertahan, tetapi juga bukti bahwa minat menonton bersama masih hidup di tengah perubahan kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Di Kota Medan, ada jenis tempat yang aneh. Luar gelap, sepi, penuh debu. Tapi begitu buka pintunya, suara film pecah, bau popcorn keluar, dan orang-orang masih antre untuk membeli tiket.

Itu bioskop-bioskop yang menolak mati di dalam mall yang sudah ditinggalkan.

Berikut ada 3 bioskop yang masih hidup dibangunan mall yang mati.

1. Hermes XXI – Hermes Place Polonia

Ilustrasi bioskop (dok. Unsplash/Geoffrey Moffett)

Lokasinya berada di jalan Wolter Mongonsidi No.45, Polonia, Kota Medan.

Kondisi mall ini tutup total. Eskalator mati, toko kosong, lampu dimatikan.

Namun, untuk kondisi bioskop masih hidup. Bahkan, jadwal film terbaru tayang tiap hari. Apalagi, untuk tiket weekend cuma Rp35 ribu.

Hermes XXI jadi contoh paling telak. Di luar, Hermes Place Polonia seperti kota hantu. Di dalam, kursi penuh. Anak kuliah, pekerja shift malam, keluarga kecil datang karena satu alasan yaitu murah.

“Kalau gak ada bioskop ini, Hermes udah kayak kuburan beneran. AC-nya tidak sedingin mall baru, kursinya agak berdebu. Tapi buat harga Rp35 ribu orang gak peduli," kata Sinta, mahasiswa yang sering nonton di sini.

2. Focal Point XXI – Focal Point Mall

ilustrasi bioskop (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Bioskop berikutnya berada di jalan Gagak Hitam, Ringroad, Kota Medan.

Kondisi mall ini tampak sepi. Banyak tenant yang tutup, meskipun ada beberapa yang masih buka, dan parkiran gelap di malam hari.

Namun, londisi bioskop CGV Cinemas masih buka dengan jadwal rutin.

Focal Point dulu jadi mall hits Ringroad. Sekarang suasananya mati. Tapi masuk ke lantai bioskop, suasananya beda. Lampu terang, staf masih stand by, trailer film jalan normal.

Kontrasnya jadi bahan cerita sendiri. Datang pukul 21.00 WIB, kamu jalan di lorong kosong yang dingin. Dua menit kemudian masuk studio, suara ledakan film bikin kaget.

Ini bukan tempat nongkrong. Ini tempat orang yang memang tujuannya nonton, selesai, pulang.

3. Thamrin XXI – Thamrin Plaza

ilustrasi bioskop (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Terkahir ada Thamrin XXI yang berada di jalan MH. Thamrin No.75, Medan Area, Kota Medan.

Kondisi mall dengan bangunan tua ini tampak sepi, dan sekarang fokus ke grosir baju.

Kondisi bioskop yang direnovasi, tetap nyaman, harga lebih murah dari XXI di mall baru.

Thamrin XXI bertahan karena dua hal yakni lokasi dan harga. Lokasinya di tengah pemukiman Medan Area, gampang dijangkau. Harganya juga lebih murah dibanding mall lain di Kota Medan.

Warga sekitar gak perlu jauh-jauh ke pinggir kota cuma buat nonton. “Kalau mau cepat dan murah, ya ke Thamrin aja,” kata salah satu penonton yang ditemui siang hari.

Ketiga bioskop ini masih bertahan hidup karena memiliki pola yang sama:

  • Harga jadi senjata utama. Di tengah inflasi dan tiket bioskop yang naik, Rp25-35 ribu masih masuk akal.

  • Penontonnya warga lokal. Bukan anak gaul yang cari tempat foto. Mereka datang karena dekat rumah dan butuh hiburan murah.

  • Nostalgia. Banyak yang besar di sekitar mall ini. Nonton di sini rasanya kayak balik ke tahun 2010-an.

Editorial Team