Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
2 Juta Pelaku Usaha di Sumut Akan Disensus, Termasuk Bisnis Online
Logo Sensus Ekonomi 2026

Medan, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 pada Mei hingga Agustus mendatang. Kegiatan ini akan menjangkau sekitar dua juta pelaku usaha, mulai dari usaha skala besar, UMKM, hingga bisnis berbasis digital yang kini semakin berkembang.

Pendataan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai struktur ekonomi di Sumatera Utara. Dengan perubahan pola bisnis yang semakin mengarah ke platform digital, pemerintah membutuhkan data yang lebih akurat untuk menyusun kebijakan ekonomi ke depan.

1. Bisnis online hingga usaha rumahan jadi sasaran sensus

ilustrasi UMKM (IDN Times/Aditya Pratama)

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan sensus ekonomi dilakukan untuk memotret perkembangan dunia usaha secara lebih nyata, termasuk fenomena pertumbuhan bisnis digital.

Menurutnya, pola perkembangan usaha saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, karena banyak pelaku usaha yang memanfaatkan platform digital sebagai sarana utama berjualan.

“Jika dulu perkembangan usaha bisa dilihat dari toko-toko fisik, saat ini banyak usaha berkembang melalui platform digital,” ujar Asim dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).

Asim menyebutkan sekitar dua juta pelaku usaha akan menjadi sasaran pendataan. Namun, hingga kini baru sekitar 1,5 juta usaha yang sudah teridentifikasi, sementara ratusan ribu lainnya masih belum terdata secara jelas.

"Ada 2 juta pelaku usaha yang akan dicek. Sudah ada 1,5 juta yang dicek. Sekitar 300-500 ribu pelaku usaha belum kita kenali. Usaha ada di rumah-rumah, kafe dengan sistem daring. Ini juga sasaran utama untuk Sensus Ekonomi 2026," katanya.

2. Sebanyak 13 ribu petugas turun langsung ke lapangan

Ilustrasi UMKM. (IDN Times/Aditya Pratama)

Untuk memastikan seluruh usaha dapat terdata dengan baik, BPS Sumut menyiapkan sekitar 13.000 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara langsung di lokasi usaha.

Pendataan tersebut akan dilakukan secara door-to-door selama kurang lebih dua setengah bulan, dengan target seluruh pelaku usaha dapat terdata dalam periode tersebut.

“Dengan sensus ekonomi, data ekonomi semakin clear. Sekitar 2,5 bulan melakukan pendataan door-to-door. Target 2 juta pelaku usaha bisa diselesaikan selama 2,5 bulan,” ujarnya.

Metode ini dipilih agar usaha kecil yang belum tercatat secara resmi, seperti usaha rumahan atau bisnis daring, tetap bisa masuk dalam basis data ekonomi daerah.

3. Data sensus jadi dasar kebijakan pembangunan ekonomi

ilustrasi UMKM. (IDN Times/Erik Alfian)

Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari pertambangan, industri pengolahan, hingga sektor jasa seperti transportasi, perdagangan, real estate, dan hiburan.

Data tersebut nantinya akan digunakan pemerintah untuk merancang kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Sebagai gambaran, pada Sensus Ekonomi 2016 tercatat sebanyak 1.166.198 unit usaha di Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan usaha mikro dan kecil dengan total lebih dari 1,15 juta unit usaha.

Pada saat yang sama, sektor usaha tersebut menyerap lebih dari 3,2 juta tenaga kerja, dengan sebagian besar bekerja di sektor usaha mikro dan kecil.

"Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang akurat, kebijakan ekonomi akan tepat sasaran," pungkasnya.

Editorial Team