Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20251130_123855.jpg
Warga menyeberang melewati jembatan darurat dari gelondongan kayu (dok.Pendam I/BB)

Tapanuli Selatan, IDN Times – Musibah banjir bandang yang menerjang Tapanuli Selatan membuat banyak akses jalan lumpuh. Tidak sedikit pula jembatan-jembatan di sana terputus dihantam longsor dan air bah yang membawa gelondongan kayu.

Akibatnya, banyak titik yang terisolasi dan masyarakat tak mendapatkan akses ke manapun. Contohnya seperti di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru. Ramai relawan dan petugas gabungan yang membuat jembatan darurat memanfaatkan gelondongan kayu yang jumlahnya tak terkira.

Sedangkan Warga Tapanuli Tengah, Indra mengatakan untuk bisa mengakses ke Kota Sibolga, warga Medan harus melalui Aceh Singkil. Walau jaraknya lebih jauh sekitar 12 jam (jalur normal hanya 9 jam) tapi lebih aman dan tidak ada longsor.

Akibatnya terisolir, menurut Indra, warga di Pandan, Sarudik, Tukka, dan sekitarnya saat ini sudah kekurangan makanan karena bantuan dari pemerintah yang tak kunjung datang. Bahkan tempat-tempat menjual sembako kini sudah dijarah warga.

"Dari Sibolga ke Pandan sudah bisa dilalui, Tapi tidak bisa jika ke Sibolga dari Tarutung, jadi harus memutar. Kami berharap pemerintah mau menyalurkan bantuan lewat jalur memutar ini karena di sini sudah chaos, warga sudah menjarah ritel dan bulog," ungkapnya pada IDN Times, Minggu (30/11/2025).

Adapun jalur alternatif yang disarankan adalah dari Medan - Brastagi - Sidikalang - Subusalam - Singkil - Manduamas - Sirandorung- Andam Dewi - Barus Utara - Sosorgadong - Sorkam - Kolang - Tapiannauli-Sibolga - Sibuluan - Pandan.

Indra mengaku sudah menghubungi kerabatnya dari Kemensos, namun bantuan Kemensos tertahan di Bandara Pinangsori. Karena akses jalan dari Pinangsori ke Pandan juga terputus. Kini mereka hanya bisa menanti bantuan datang.

1. Banyak warga yang terisolir di Batang Toru, tak bisa menyeberang karena arus sungai yang deras

Warga satu persatu melewati jembatan kayu darurat (dok.Pendam I/BB)

Personel gabungan, BNPB, dan para relawan berjibaku menolong warga yang terisolasi. Menggunakan material seadanya, mereka membuat jembatan penyeberangan

"Kemarin aparat gabungan Kodam I/Bukit Barisan bersama tim BNPB dan relawan membangun jembatan penyeberangan darurat bagi warga yang terisolir akibat banjir di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan," kata Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Asrul, Minggu (30/11/2025).

Ia membenarkan bahwa situasi di sana masih dialiri debit air sungai yang deras. Sehingga warga yang terisolasi tak memungkinkan untuk menyeberang.

"Upaya ini dilakukan setelah akses utama warga putus total akibat tingginya debit air sungai yang meluap dan merusak jalur penghubung," lanjutnya.

2. Petugas gabungan dan relawan manfaatkan gelondongan kayu sebagai jembatan darurat yang bisa dilewati warga

Ekskavator dikerahkan untuk membangun jembatan darurat di Batang Toru (dok.Pendam I/BB)

Asrul menambahkan bahwa jembatan darurat dibuat menggunakan apa saja yang ada di lokasi. Bahkan gelondongan kayu yang hanyut dibawa banjir mereka manfaatkan.

"Jembatan darurat tersebut dibuat dengan memanfaatkan batang-batang kayu yang hanyut terbawa banjir dan kemudian disusun menjadi satu lintasan khusus untuk pejalan kaki. Meski tanpa struktur penopang permanen, jalur ini menjadi solusi cepat agar warga dapat kembali melintas dari Batang Toru menuju Sibolga maupun sebaliknya," jelas Asrul.

Meskipun begitu, proses penyusunan jembatan juga didukung alat berat ekskavator. Hal ini untuk mempercepat penataan material di lokasi.

"Pembuatan jalur penyeberangan sementara ini turut mempercepat mobilitas bantuan logistik serta memudahkan evakuasi warga di titik-titik yang masih terdampak," rincinya.

3. Jembatan darurat diharapkan bisa membantu warga menjangkau bantuan

Warga menyeberang melewati jembatan darurat dari gelondongan kayu (dok.Pendam I/BB)

Tampak warga yang terisolasi satu persatu menggunakan jembatan darurat tersebut untuk menyeberang. Para relawan dan petugas gabungan menuntun mereka melewatinya.

"Aparat gabungan bersama tim BNPB dan relawan bekerja sejak pagi untuk memastikan lintasan aman digunakan warga, sekaligus mengatur arus penyeberangan agar tetap tertib," beber Kapendam I/BB.

Dengan adanya jembatan darurat ini, diharapkan bisa membantu warga agar tidak lagi terisolir. Bahkan bantuan juga diharapkan dapat menjangkau wilayah terdampak.

"Kami tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga kondisi kembali normal," pungkasnya.

Editorial Team