Tapanuli Selatan, IDN Times – Musibah banjir bandang yang menerjang Tapanuli Selatan membuat banyak akses jalan lumpuh. Tidak sedikit pula jembatan-jembatan di sana terputus dihantam longsor dan air bah yang membawa gelondongan kayu.
Akibatnya, banyak titik yang terisolasi dan masyarakat tak mendapatkan akses ke manapun. Contohnya seperti di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru. Ramai relawan dan petugas gabungan yang membuat jembatan darurat memanfaatkan gelondongan kayu yang jumlahnya tak terkira.
Sedangkan Warga Tapanuli Tengah, Indra mengatakan untuk bisa mengakses ke Kota Sibolga, warga Medan harus melalui Aceh Singkil. Walau jaraknya lebih jauh sekitar 12 jam (jalur normal hanya 9 jam) tapi lebih aman dan tidak ada longsor.
Akibatnya terisolir, menurut Indra, warga di Pandan, Sarudik, Tukka, dan sekitarnya saat ini sudah kekurangan makanan karena bantuan dari pemerintah yang tak kunjung datang. Bahkan tempat-tempat menjual sembako kini sudah dijarah warga.
"Dari Sibolga ke Pandan sudah bisa dilalui, Tapi tidak bisa jika ke Sibolga dari Tarutung, jadi harus memutar. Kami berharap pemerintah mau menyalurkan bantuan lewat jalur memutar ini karena di sini sudah chaos, warga sudah menjarah ritel dan bulog," ungkapnya pada IDN Times, Minggu (30/11/2025).
Adapun jalur alternatif yang disarankan adalah dari Medan - Brastagi - Sidikalang - Subusalam - Singkil - Manduamas - Sirandorung- Andam Dewi - Barus Utara - Sosorgadong - Sorkam - Kolang - Tapiannauli-Sibolga - Sibuluan - Pandan.
Indra mengaku sudah menghubungi kerabatnya dari Kemensos, namun bantuan Kemensos tertahan di Bandara Pinangsori. Karena akses jalan dari Pinangsori ke Pandan juga terputus. Kini mereka hanya bisa menanti bantuan datang.
