Banda Aceh, IDN Times - Sejumlah muda-mudi terlihat berkumpul di sebuah taman yang plangnya bertuliskan 'Taman Sari Kota Banda Aceh Bustanul Salatin' sambil memegang beberapa lembar poster dan spanduk bergambar perambahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.
Tulisan berwarna merah 'STOP! PERAMBAHAN SUAKA MARGASATWA RAWA SINGKIL #SAVERAWASINGKIL' di spanduk, seolah sengaja dihadapkan ke jalan raya untuk dinikmati para pengendara yang melintas Simpang Jam, di pusat Kota Banda Aceh, Aceh.
Di sela aksi para pemuda itu, tiba-tiba datang seekor Harimau Sumatra --diperagakan oleh seseorang menggunakan kostum--. Satwa dilindungi itu berjalan lunglai. Tampak sekarat. Ia pun jatuh di depan para pemuda tadi. Lalu seorang pemuda coba menolong dan memapahnya.
Itulah aksi teaterikal dalam demonstrasi yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumoh Transparasi (RT) dan pemuda pegiat lingkungan, pada Kamis (4/11/2021). Mereka menyuarakan terkait perlindungan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Rawa Singkil dari ekspansi perkebunan kelapa sawit.
"Aksi damai ini kami lakukan agar publik juga mengetahui kondisi SM Rawa Singkil yang perlu perhatian setinggi-tingginya," kata Koordinator Aksi, Roni Syahputra, pada Kamis (4/11/2021).