Suasana siswa dan orangtua menggelar aksi demo didepan sekolah SMK Negeri 10 Medan (Dok. Istimewa)
Sementara, salah satu orangtua siswa, Oktavia Situmorang menyebutkan aksi ini merupakan tindaklanjut dari demo yang sebelumnya dilakukan di sekolah pada Kamis (6/2/2025) kemarin.
“Ini tindak lanjut dari demo yang pertama. Kami tadinya perkirakan 500 (orang) dari awal. Ternyata dari sekolah menghalangi anak-anak untuk turun. Yang turun di sini kelas XII dan ada perwakilan dari kelas X dan XI,” ucap Oktavia.
Diketahui dari data Dinas Pendidikan Sumut sebelumnya ada sebanyak 50 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Utara tercatat lalai dalam menginput data nilai siswa pada portal Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Kelalaian ini membuat siswa-siswa yang memenuhi syarat terancam tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2025.
Sebenarnya perpanjangan sudah diberikan panitia. Mulai dari Minggu (2/2), Selasa (4/2), Jumat (7/2) pukul 15.00 WIB hingga Sabtu (8/2). Beberapa sekolah yang sebelumnya lalai bahkan sudah berhasil mendaftarkan siswanya.