Penanganan virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Virus corona diduga pertama kali berasal dari pasar makanan laut di kota Wuhan, Cina tengah dan ditularkan dari hewan ke manusia.
Beberapa pasien mengatakan mereka tidak mengunjungi pasar dan hanya melakukan kontak dengan orang-orang di Wuhan. Pasar Wuhan dekat dengan stasiun kereta api utama, pusat perjalanan penting di ibu kota negara.
Gejala virus corona ini ditandai dengan sesak nafas, batuk kering, demam, lemas. Virus ini menyerang pernafasan. Penularannya bisa melalui udara dan air liur.
Mengingat tidak ada jaminan virus tersebut tidak akan menyebar semakin luas, maka WHO memberikan panduan untuk mengurangi risiko terinfeksi.
Berikut adalah isi panduan itu:
1. Cuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol
2. Tutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan tisu atau siku
3. Hindari kontak jarak dekat dengan siapa pun yang sedang sakit pilek atau gejala-gejala seperti flu
4. Masak daging dan telur hingga benar-benar matang
5. Hindari kontak tanpa pelindung dengan binatang liar atau hewan ternak yang masih hidup.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran Dirjen P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Nomor:PM.04.02/III/43/2020 tanggal 3 Januari 2020. Edaran itu berisi soal kewaspadaan penyakit pneumonia (radang paru-paru) berat yang sedang terjadi di Tiongkok dan Hongkong.