Diskusi film Guru Pattimpus dan sinematografi teater Tendi Karo Volkano (Dok. Teater Rumah Mata)
Jika berpedoman pada tahun 1974, katanya pada saat itu ada yang ditugasi untuk mengetahui hari jadinya kota Medan dan menjadi kekeliuran. Sehingga, menurutnya sangat jelas bahwa Medan belum menjadi kota pada tahun 1590.
Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah, sejak kapan Medan menjadi kota? Dan mengapa tanggal 1 Juli 1590 itu diakui sebagai hari jadi Kota Medan?
"Pada saat itu, mungkin saja momen seorang pioner sebagai pembuka Medan yaitu Guru Patimpus, sehingga disebut jadi Kota Medan," tutur Wakil Dekan III FIS Unimed.
"Kalau hari jadi Kota Medan itu tanggal 1 April 1909 yang dibuat oleh Belanda. Nah, kenapa? Karena 1 April 1909 itu memang Medan sudah menjadi Kota Madya. Ini sejalan dengan perkembangan kota sebuah kampung bertransformasi menjadi kota dan dipimpin oleh seorang Wali Kota. Jadi, sebuah area yang disebut kota harus dipimpin oleh Wali Kota. Seperti Siantar, Binjai, dan kota lainnya yang dipimpin oleh Wali Kota," tambah Eron.
Lanjutnya, Belanda pada saat itu membuat dasar pemikirannya. Ketika tahun 1909 Medan sudah layak menjadi kota baru dan dibuatkan peraturannya. Medan itu ditetapkan menjadi kota yang dipimpin oleh seorang Wali Kota sejak tahun 1909.
Dalam cerita Erond, pada tahun 1974 hari jadi Kota Medan ini diganti karena sebagian masyarakat atau pihak tidak mau memakai yang dibuat oleh Belanda tanggal HUT Kota Medan yaitu 1 April tahun 1909.
Asal mulanya, kata Erond perubahan tanggal ulang tahun Kota Medan ini dibentuk menjadi sebuah tim di dalamnya ada 9 orang yang ditunjuk waktu itu saat Surkani menjabat sebagai Wali Kota, dan Ketua DPRD Medan Djanius Djamin. Mereka mengganti Hari Lahir Kota Medan tanggal 1 April 1909 menjadi 1 Juli 1590 itu dikisahkan berdasarkan pada kisah hikayat Hamparan Perak Guru Patimpus.
Guru patimpus dahulunya memiliki ilmu tinggi dan melawan ilmu tinggi juga dengan Datuk Kota Bangun. Datuk Bangun akhirnya bisa mengalahkan Guru Patimpus, kemudian Guru Patimpus masuk agama Islam dan menikahi putri dari Datuk Bangun.
Datuk Bangun memberikan sebidang tanah, yaitu Petisah yang kini dibuatkan monumen Guru Patimpus.
"Kalau saya ditanya secara pribadi dan secara keilmuwan saya, apakah 1 Juli 1590 itu Medan sudah menjadi kota, jawabannya itu enggak tapi mungkin saja masih menjadi kampung iya. Tapi itu saya kira bukan dan belum menjadi kampung, karena kalau saksi mata awal yang pernah melihat Medan ini, ini baru ada tahun 1823," jelasnya.
Pada saat itu, seorang inggris bernama John Anderson singgah ke Medan dan melihat Medan memiliki penduduk hanya 200 orang. Jadi, kemungkinan saja Medan baru muncul pada tahun 1823 sebagai sebuah permukiman jadi tidak mungkin tahun 1590. Namun, menurutnya, sejarah sementara ini kota Medan sudah membukukan bahwa hari jadi Medan itu tahun 1590.
"Ya sudah mau apa lagi kita. Artinya, kan beda perspektif atau sainspektif katakanlah hari ini dengan politis," tuturnya.
Lanjut Erond, berdasarkan dari buku John Anderson tahun 1823, belum ada Wali Kota, dahulu Medan dipimpin oleh Raden Inu sebagai pemimpin Kota Medan dengan 200 masyarakat saat John Anderson datang.
"Nah, tapi di situ belum jadi kota sebenarnya karena syarat menjadi Kota itu dipimpin oleh Wali Kota," jelas Erond.
Kemudian, tepat tanggal 1 April 1909 Kota Medan ditetapkan menjadi Kota, dipimpin oleh Wali Kota pertama kali oleh Belanda bernama Baron Daniel Mac Kay tahun 1918 kantornya tepat berada di depan bangunan Aston hari ini.
Lokasi Lapangan Merdeka dahulunya disebut Alun-alun atau esplanade, yang menyerupai kota di Eropa dengan lapangan hijau ditengah kota. Sebab, biasanya di Eropa dikelilingi stasiun kereta api, bank, kantor pos dan lainnya.
Kantor Wali Kota sekarang ini dibangun ditepi sungai deli, berbeda dengan kantor Wali Kota Medan tahun 1909 yang letaknya persis di Aston mengadap Lapangan Merdeka sekarang kini menjadi Heritage.
"Kemudian kantor Wali Kota Medan dipindahkan ke belakang, sepertinya saat pemimpin Bahtiar Djafar menjabat sebagai Wali Kota pada tahun 1982 itu lah yang dipakai sampai hari ini," terangnya.
"Jadi, bagi saya ya sudah kalau memang 1 Juli 1590 ditetapkan hari jadi Kampung Medan silahkan saja. Tapi bukan hari jadi kota. Kalau hari jadi kota, ya tetap sepanjang hari ini 1 April 1909," tambah Eron.
Pada jamannya dahulu, pusat kota berada di sekitar Lapangan Merdeka, karena hampir kantor pemerintahan ada disitu. Untuk Kesawan sejak dulu merupakan lokasi pusat perdagangan sama seperti Kampung Madras. Sementara, bangunan kolonial itu sebagai pemukiman elit di era Belanda.
"Kan sudah sejak lama perhatian heritage didengungkan, ada banyak bangunan yang menandakan perkembangan pesat Medan sebagai kota," ucapnya.