Tapanuli Selatan, IDN Times - Dua asosiasi petani di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara, resmi menerima sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan pada acara Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) kemarin.
Dalam acara Konferensi Meja Bundar Tahunan RSPO (RT2023) yang digelar di Jakarta, Ketua Asosiasi Petani Sawit Muara Batangtoru (PSMB) dan Sawit Jaya Lestari Saseba (SJLS) secara resmi menerima sertifikat, mewakili total 595 anggota asosiasi yang dinaunginya dengan total luasan pengelolaan sebesar 895,51 hektare.
Penerimaan sertifikasi RSPO ini menunjukkan komitmen serius kedua asosiasi untuk mengadopsi praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
RSPO merupakan organisasi internasional yang didirikan untuk mengembangkan dan mendorong praktik kelapa sawit berkelanjutan dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Tujuan utama dari RSPO adalah meminimalkan dampak negatif industri sawit, seperti hilangnya tutupan hutan, degradasi lingkungan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Untuk mencapai hal tersebut, RSPO mengembangkan dan menetapkan standar-standar ketat dalam produksi sawit berkelanjutan.
