Ilustrasi membaca puisi, Zahda Suhayla Hasibuan, belia 12 tahun yang membuat puisi 'Korona Cukuplah' (Istimewa)
Zahda Suhayla Hasibuan, pelajar kelas VII SMP IT Al Hijrah, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara membuat puisi berjudul ‘Korona Cukuplah’. Judul itu dipilihnya sebagai ungkapan perlawanan kepada virus asal Wuhan.
Meski masih berusia dini, Ayla –sapaan akrab Suhayla—ingin mengajak yang lainnya ikut melawan corona. Melakukan langkah pencegahan, untuk meminimalisir risiko penularan.
Meski masih duduk di bangku SMP, Suhayla ternyata punya rasa empati yang tinggi. Keprihatinan melihat kondisi pandemi corona yang kian memarah, membuatnya kesal. Dia meleburkan emosinya lewat sajak. Kebetulan, guru di sekolahnya saat itu memberi tugas kepada Ayla untuk membuat puisi.
“Awalnya karena prihatin lihat kondisi. Ayla memang sudah sering bikin puisi. Biasanya iseng-iseng. Tapi kalau yang ini memang ungkapan hati,” ujar perempuan yang sudah sering menjuarai lomba puisi , pidato hingga cerdas cermat itu. Berikut puisinya:
Korona cukuplah
-Zahda suhayla-
Korona, kenapa kau datang
Karena tak seorangpun mengundangmu
Korona, kenapa kau tebarkan ancamanmu
Karena sesungguhnya kau tau kami tak sempurna
Ribuan nyawa kau renggut
Berjuta jiwa menjadi takut
Kau paksa kami meninggalkan bangku belajar kami
Kau rantai kami dalam rumah kami sendiri
Berjuta dari kami tak bisa mengais nafkah
Bahkan kau menjadi biang pembatasan ibadah
Korona
Cukuplah sudah
Wahai rabb, tempat bergantungnya seluruh harapan kami
Tuhan, yang menguasai jiwa dan nafas kami
Tiada daya apapun yang kami miliki
Kecuali dengan izinmu
Panggillah ia
Cukupkanlah pengembarannya di bumimu
Panggillah ia kepadamu
Sebelum takut ini menjadikan mereka gelap mata
Sebelum takut ini meruncingkan kebencian
Kami rindu bebungaan di bibir kelas
Kami rindu riuhnya tawa di selasar sekolah
Kami rindu wajah-wajah ceria itu
Kami rindu baunya tumpukan pustaka
Korona
Pulanglah
Sebentar lagi ramadhan tiba
Jangan tambah korban di antara kami
Jangan lagi pupuk ketakutan itu
Kami rindu sajadah tua di mushalla sana
Kami rindu syahdunya tabuhan bedug di rembang malam
Biarkanlah kami menyesap aroma ramadhan tanpamu
Korona
Cukuplah
##ruangkamarAPRIL2020
Semoga puisi dari Ayla bisa buat kalian tetap bersyukur, masih diberikan kesehatan di tengah pandemi corona yang tak berkesudahan ini. Harus jadi semangat juga untuk kita dan yakin bisa melewati wabah ini.