Ikan hiu tutul ditemukan mati terdampar di muara sungai Bogowonto. IDN Times/Istimewa'
Sebelumnya, pemateri lainnya, Ketua Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli Joko Samiaji mengungkap tingginya angka penurunan populasi Hiu.
Menurut Joko, dalam 15 tahun terakhir penurunan jumlah populasi Hiu mencapai 28 persen di seluruh dunia.
"Kasus-kasus Hiu terdampar juga semakin kerap ditemukan. Padahal Hiu menempati puncak rantai makanan, dan bertugas menyeimbangkan alam. Hiu juga dapat dijadikan indikator kesehatan alam," kata Joko.
Sementara BBKSDA Wilayah III, Gunawan menyebutkan, kerusakan ekosistem laut menjadi salah satu pemicu keterancaman bagi makhluk hidup secara global. "Kerusakan laut akan menular ke ekosistem lainnya," kata Gunawan.
Perwakilan Komantab, Hadi Sitanggang, pemateri selanjutnya dalam dialog tersebut menegaskan pentingnya langkah sosialisasi berkelanjutan, mengingat Kota Sibolga menjadi daerah pemasok hiu.
"Mendiskusikan Hiu menjadi hal yang penting dilakukan untuk menjaga kelestariannya," imbuh Hadi yang akrab disapa Mister Policeman.
Pemateri selanjutnya, Eko sihombing mewakili Polres Tapteng mengatakan, kerusakan ekosistem laut menurut Eko, termasuk disebabkan penangkapan ikan dengan cara tak ramah seperti pukat trawl. "Karena itu mari saling membantu agar tindakan-tindakan pengrusakan lingkungan, dapat ditekan," tegas Eko.