Pertamina salurkan air bersih untuk warga Aceh Tamiang (dok.Pertamina)
Bagi Yanti, warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru, hari-hari pascabencana adalah perjuangan bertahan hidup. Air parit berlumpur menjadi satu-satunya pilihan untuk memasak, mandi, hingga mencuci.
“Kami benar-benar tidak punya pilihan. Airnya keruh dan bau lumpur. Tapi mau bagaimana lagi,” kenangnya.
Situasi mulai berubah ketika mobil tangki Pertamina Peduli tiba dan rutin berkeliling dari rumah ke rumah, menyalurkan air bersih setiap dua hari sekali. Ember dan jerigen yang dulu kosong kini kembali terisi.
“Air ini sangat membantu. Baru sekitar dua minggu setelah kejadian air bersih masuk, dan kami benar-benar terbantu,” ujar Yanti dengan mata berkaca-kaca.
Warga lain, Putera, bahkan menyebut kondisi air sebelumnya sebagai “air cappuccino”. “Warnanya cokelat pekat seperti kopi susu. Kami saring dulu, tapi tetap saja tidak layak. Begitu Pertamina masuk, alhamdulillah, sekarang airnya bisa dipakai untuk semua keperluan,” katanya.