Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Motif penembakan terhadap warga Kutalimbaru itu masih abu-abu. Namun dugaan yang mencuat ialah berhubungan dengan pencurian hasil panen kebun kopi.
"Korban, Hendra, adalah penjaga kebun kopi. Sebelumnya kan ladang ini banyak dicuri. Jadi si pemilik kebun memperkerjakan orang-orang untuk menjaga (termasuk Hendra). Sejak dijaga, pelaku pencuri atau penadahnya otomatis kekurangan pemasukan dan pendapatan karena tak bisa melakukan aksi pencurian. Menurut kami terjadi kemarahan pelaku pencurian ini. Dan kami harap hal ini harus didalami," jelas Irwansyah.
Besar harapan keluarga agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Bahkan saat korban hendak dijemput keluarga, tembakan masih diarahkan kepada mereka.
"Kami duga pelaku lebih dari satu. Ini peristiwa sangat keji, istri korban yang saat itu mengangkat korban hendak membawanya ke rumah dakit, waktu di atas pick up itu pun mereka masih ditembaki," ungkapnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengatakan bahwa pihaknya sudah menangani kasus penembakan ini. Korban bernama Hendra juga sedang diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara.
"Untuk korban-korban (penembakan) lain ini sudah kita ambil keterangan. Pelaku masih kami cari. (Diduga pelaku pemilik warung tuak) masih diselidiki, ya," terang Bayu, Rabu (27/8/2025) sore.