ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Aditya Pratama)
Kemudian jenis kanker rektum tahun 2022 ada sebanyak 121 kasus dan tahun 2023 mencapai 195 kasus.
Untuk jenis kanker serviks tahun 2022 sebanyak 174 kasus dan tahun 2023 mencapai 189 kasus. Jenis kanker jaringan ikat dan lunak tahun 2022 sebanyak 79 kasus, dan tahun 2023 mencapai sebanyak 150 kasus.
Kemudian jenis kanker Limfoma Non-Hodgkin pada tahun 2022 mencapai 69 kasus dan tahun 2023 ada sebanyak 125 kasus. Selanjutnya, jenis kanker kolon tahun 2022 ada sebanyak 97 kasus dan tahun 2023 meningkat menjadi 124 kasus.
Untuk jenis kanker kulit meningkat hingga 2 kali lipat yaitu dari 44 kasus menjadi sebanyak 121 kasus. Kanker kelenjar thyroid tahun 2022 ada sebanyak 57 kasus, dan tahun 2023 sebanyak 117 kasus
Kanker mulut tahun 2022 sebanyak 57 kasus dan tahun 2023 meningkat sebanyak 114 kasus. Namun, untuk jenis kanker kandung kemih menurun dari 99 kasus menjadi 93 kasus.
Kanker nasofaring tahun 2022 mencapai 54 kasus dan tahun 2023 meningkat hingga 93 kasus. Kanker prostat tahun 2022 mencapai 24 kasus, dan tahun 2023 mencapai 92 kasus.
Kenaikan angka kasus Miom juga meningkat tinggi tahun 2022 terdapat 11 kasus, dan tahun 2023 menjadi 86 kasus. Sedangkan kanker otak angka kasusnya menurun tahun 2022 dari 97 kasus menjadi 76 kasus ditahun 2023.
Terakhir adalah jenis kanker tulang tahun 2022 mencapai 42 kasus tahun 2022, dan tahun 2023 menjadi 76 kasus.
Sementara itu, berdasarkan usia dari karakteristik penderita kanker 0 sampai 4 tahun meningkat dari tahun 2022 mencapai 102 kasus dan tahun 2023 ada sebanyak 143 kasus.
Usia 5 sampai 14 tahun, untuk tahun 2022 mencapai 155 kasus dan 299 kasus tahun 2023. Usia 15-24 tahun, untuk tahun 2022 sebanyak 176 kasus dan tahun 2023 sebanyak 301 kasus.
Lanjutnya, usia 25-44 ada sekitar 731 kasus dan meningkat tahun 2023 sebanyak 114 kasus. Usia 45-64 tahun 2022 ada 1.592 kasus dan tahun 2023 sebanyak 2.496 kasus.
Tarakhir, lebih dari usia 65 tahun jumlah tahun 2022 ada 450 kasus dan jumlah tahun 2023 ada 754 kasus.
Siti mengatakan bahwa, mayoritas penderita kanker berada pada rentang usia 25 sampai 64 tahun.
"Meningkatnya risiko kanker pada usia tersebut diakibatkan karena faktor genetik, gaya hidup dan semakin melemahnya sistem kekebalan tubuh seiring dengan bertambahnya usia," katanya pada IDN Times, pada Minggu (13/10/2024).