Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pengajian Al- Ikhlas Serahkan Bantuan ke Penyandang Tuna Netra
Pengajian Al-Ikhlas serahkan bantuan ke Pertuni (Dok. Istimewa)

Medan, IDN Times - Pengajian Al-Ikhlas melakukan bakti sosial (baksos) dengan menyerahkan bantuan ke DPD Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumut, Jalan Sampul, Medan, Kamis (20/1/2022). Pengajian Al- Ikhlas Serahkan Baksos ke DPD Pertuni, diharapkan dapat ringankan beban.

“Bantuan yang diserahkan berupa beras 25 karung masing-masing berisi lima kilogram dan sejumlah uang tunai,” sebut Ketua Pengajian Al-Ikhlas, Hendra Irawan didampingi Sekretaris Aldi Desmet, Bendahara Riski Cahyadi dan Khairil Umri Batubara di sela penyerahan bantuan Kepada Ketua DPD Pertuni Sumut Syaiful Bahri Daulay dan Ketua II Khairul.

1. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara yang bernaung di wadah Pertuni

Pengajian Al-Ikhlas serahkan bantuan ke Pertuni (Dok. Istimewa)

Menurutnya, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama umat manusia. “Meski memiliki keterbatasan fisik, namun tetap punya semangat bekerja dan berkarya layaknya manusia normal,” tambahnya.

Dikatakannya, bantuan ini diharap sedikit meringankan beban saudara-saudara yang bernaung di wadah Pertuni. Apalagi saat ini pandemik COVID-19 belum usai.

2. Seluruh bantuan digalang sejak beberapa waktu lalu

Pengajian Al-Ikhlas serahkan bantuan ke Pertuni (Dok. Istimewa)

Sementara Aldi Desmet menambahkan, bantuan digalang sejak beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, masih banyak orang yang peduli terhadap sesama. Terima kasih kepada para donatur yang mempercayakan sumbangannya kepada kami untuk disalurkan kepada kaum membutuhkan. Sekaligus kami mengajak bagi kaum berpunya untuk semakin semangat untuk berbagi kepada sesama,” terangnya yang juga Corcomm XL Axiata West Region.

3. Saat ini anggota Pertuni Sumut berkisar 800 orang

Pengajian Al-Ikhlas serahkan bantuan ke Pertuni (Dok. Istimewa)

Sedangkan Ketua DPD Pertuni Sumut Syaiful Bahri Daulay menyebut, mereka memiliki kegiatan rutin yang melibatkan anggota-anggota Pertuni. Misalnya tadarus menggunakan Al-Qur'an braille yang digelar setiap Senin dan Kamis untuk remaja dan dewasa, serta Minggu khusus anak-anak.

Selain itu, sebutnya, juga dilaksanakan tausyiah, pelatihan komputer berbicara, kuliner serta seminar sehingga anggota Pertuni bisa berkarya dan lebih bermartabat.

“Anggota Pertuni Sumut berkisar 800 orang, khusus Kota Medan 300-an. Seluruh anggota diminta serius mengikuti kegiatan-kegiatan yang digelar Pertuni agar kita memiliki martabat lebih baik,” tutupnya.

Editorial Team