Aktivitas tambang emas ilegal di Sungai Batang Natal, Madina. (Dok.IDN Times)
Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Kembali berkomentar ihwal tambang ilegal yang memakan korban. Dia berjanji akan menutup tambang di sana. Namun, pihaknya masih melakukan kajian untuk mencarikan solusi terhadap masyarakat terdampak.
"Habis ini, kita ini sudah tegas ini. Tapi, kan menghadapi rakyat ini yang harus berjalan. kalau kita tutup itu, orang-orang yang bekerja harus kita alihkan pekerjaan lainnya. Jangan gara-gara itu kita tutup, terus anak, saudaranya semua tak bisa makan. Walaupun kita tau itu tak benar," ungkap Edy, Selasa (24/1/2023).
Catatan IDN Times, Sebanyak 14 orang tertimbun di dalam galian lubang yang terletak di Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu, Kamis (28/4/2022). Dua orang berhasil selamat, 12 orang lainnya meninggal dunia. Mereka berniat mencari emas sisa penggalian dari tambang diduga ilegal itu.
Kemudian pada September 2022, 2 orang penambang ilegal meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah di Desa Lancat, Kecamatan Linggabayu, Mandailinatal, Senin (3/9/2022). Mereka menambang emas di lubang tambang bekas milik PT Madina Madani Mining (M3).
Founder Voice of Forest, Bim Harahap mendorong kepolisian mengambil tindakan tegas kepada para tauke tambang ilegal. Sehingga rantai panjang tambang ilegal bisa diputus. Sembari Pemkab memberikan solusi konkret untuk masyarakat.
“Keberadaan tambang ilegal ini memberikan dampak kerusakan lingkungan yang cukup serius. Yang menerima dampaknya masyarakat secara luas,” pungkasnya.