Suasana Sentra Bahagia yang akan dibangun menjadi salah satu tempat Sekolah Rakyat (IDN Times/Indah Permata Sari)
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menargetkan ada sebanyak 40 sekolah di Jatim. Anggaran tiap sekolah sebesar Rp100 miliar. Sehingga, jika ada 40 sekolah, akan ada gelontoran Rp4 triliun dari pusat, di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Jadi untuk sekolah rakyat ini, daerah diminta menyiapkan lahannya, dan Pemerintah akan menyiapkan anggarannya. Kira-kira satu unit sekolah anggarannya Rp100 miliar. Kami berharap Jatim dapat kuota 40 sekolah, yakni 38 kab/kota dan dua untuk provinsi. Misalnya kita bisa mendapatkan kuota 40, dengan anggaran satu sekolah Rp100 miliar, maka ada uang beredar sekitar Rp4 triliun. Artinya, keberadaan sekolah ini juga memberikan multiplayer effect karena kita bisa merekrut banyak tenaga kerja,”katanya.
Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur (Jatim) memastikan bahwa Sekolah Rakyat (SR) yang akan beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026 sebanyak tiga SR saja.
Saat ini, kata Novi, ada dua SR yakni UPT PPSPA Batu dan BPSDM Jatim Kampus Kawi Malang yang sudah membuka pendaftaran penerimaan siswa jenjang SMP dengan kapasitas masing-masing 75 siswa. Satu SR yang siap dibuka dan memulai pembelajaran pada Juli mendatang, yakni SMK Maritim Lamongan.
Selain tiga SR tersebut, Novi menyebut ada dua lagi SR yang di bawah naungan Pemprov Jatim. Dua yang dimaksud ada di Jember dan Mojokerto. Selain itu ada lahan seluas 9,7 hektare yang akan dimanfaatkan SR untuk wilayah Malang Selatan. Lahan itu berada di Desa Sriganco Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Salah satu Sekolah Rakyat yang diluncurkan pemerintah pusat ada di Bali, tepatnya di Sentra Mahatmiya Bali Kecamatan Tabanan. Saat ini sudah ada 78 calon siswa yang sedang menunggu seleksi lebih lanjut.
Mengenai kesiapan Sekolah Rakyat tersebut, Sri Wibowo juga mengaku pihaknya sedang merenovasi ruang kelas dan asrama. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk melakukan kalkuasi mengenai kapasitas ruang kelas dan asrama kami," ujarnya.
Dari perhitungan sementara, ruangan kelas dan asrama yang disiapkan untuk Sekolah Raktat bisa menampung hingga tiga rombel. "Untuk asrama nanti konsep tempat tidurnya itu tempat tidur bertingkat," katanya.
Di Nusa Tenggara Barat, Sentra Paramita Mataram dan eks Akademi Perawat (Akper) Selong, Lombok Timur, akan disulap jadi sekolah rakyat. Sentra Paramita Mataram adalah Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah koordinasi langsung Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI.
Sedangkan eks Akper Selong merupakan perguruan tinggi kesehatan milik Pemprov NTB yang sudah ditutup sejak 2018 lalu. Eks Akper Selong berlokasi di Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Sentra Paramita Mataram akan menerima 100 siswa atau 4 rombel, sedangkan eks Akper Selong akan menerima sebanyak 125 siswa atau 5 rombel sekolah rakyat tahun 2025.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial NTB Hamzanwadi menjelaskan Sekolah Rakyat di Sentra Paramita Mataram masuk tahap IA. Sedangkan Sekolah Rakyat eks Akper Selong Lombok Timur masuk tahap IB. Namun, kedua sekolah rakyat itu akan mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026.
Selain di Lombok, sekolah rakyat juga diusulkan di Lopok Kabupaten Sumbawa dan Pandai, Woha Kabupaten Bima. Kementerian PUPR sudah melakukan survei di dua lokasi tersebut. Syarat utamanya adalah kesiapan lahan minimal 5 hektare dan benar-benar clear and clean.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda NTB, Firmansyah menyebutkan total ada sembilan lokasi usulan sekolah rakyat oleh Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota.
Sedangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung masih mengebut kesiapan Sekolah Rakyat. Lokasi sementara memanfaatkan bangunan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung di Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum BPSDM Lampung, Edison Manurung mengatakan, lembaganya terus berkoordinasi dan mulai menata fasilitas Sekolah Rakyat bersama instansi pemerintah daerah terkait lainnya.
"Sesuai perintah Pak Gubernur, untuk fasilitas perlengkapan sekolahan sudah kita persiapkan lagi jalan, terutama ruang kelas dan asrama," ujarnya dimintai keterangan, Sabtu (24/5/2025).
Di Medan, Balai Sentra Bahagia milik Kemensos akan disulap jadi Sekolah Rakyat. Kini pihaknya sudah dalam tapat seleksi calon siswa. Raharjo, sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Sentra Bahagia, Kota Medan, menjelaskan bahwa telah melakukan door to door atau jemput bola melalui pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk merekrut calon siswa.
"Bukan berarti jemput bola itu tidak ada yang mendaftar, tapi karena memang itu secara Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)," ucapnya pada IDN Times, Kamis (15/5/2025).
Selanjutnya, dikatakan Raharjo ada rangking terakhir yang diambil pada kategori kemiskinan ekstrim yaitu, Desil 1 dan Desil 2. Dari 900-an calon siswa SR, secara administrasi lulus penyeleksian tercatat 240 calon siswa yang sudah mendaftar. Kemudian, hasil rapat disebutkan Raharjo ada sekitar 129 calon siswa ditambah 7 anak yang harus dimasukkan karena dibawah garis rata-rata kemiskinan.
Sehingga totalnya 136 calon siswa yang sudah dalam penyeleksian, yang nantinya diterima 100 anak untuk menjadi siswa SR di Sentra Bahagia Kota Medan.
"Data diambil dari keseluruhan di Kota Medan, 900 ini sudah memenuhi persyaratan mutlak untuk kesanggupan orangtua agar anaknya tinggal 24 jam disini itu yang paling banyak tidak menyetujui karena namanya orangtua masih SMP untuk melepasnya kan tidak semudah itu. Kemudian kita seleksi lagi hingga dapatlah 136 calon," ungkapnya.
Raharjo menyebutkan, dari 100 siswa akan dibagi 4 rombongan belajar (rombel) menjadi 25 siswa dalam 1 rombel.
Sedangkan bangunan sekolah masih tahap persiapan. Namun ia tidak merinci sudah berapa persen persiapan dilakukan.
“Kalau persiapannya berapa persennya tidak bisa diperkirakan, tetapi menurut saya sudah mulai dan kami tidak meragukan dari pihak yang merenovasi bangunan tersebut," jelas Raharjo.
Sedangkan di Banten, pemeritah provinsi menargetkan pelaksanaan pembangunan atau groundbreaking Sekolah Rakyat dimulai pada Juni 2025. Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengatakan hampir seluruh kabupaten/kota di Banten telah menyatakan kesiapan menyediakan lahan minimal satu hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Cilegon, Pandeglang, Serang, Tangerang sudah siap. Tapi yang paling memungkinkan cepat realisasi itu Pandeglang dan Lebak karena tanahnya sudah tersedia,” kata Dimyati di Untirta Serang, Rabu (23/4/2025).