Medan, IDN Times - Jasa pinjaman online (pinjol) semakin marak digunakan anak-anak muda. Apalagi akses teknologi kian masif dan banyak GenZ yang semakin melek digital.
Bahkan, berdasarkan data yang dihimpun dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), tercatat 60 persen pengguna pinjol berusia 19-24 tahun. Pinjaman berbasis online ini justru digunakan kawula muda bukan untuk membantu pendidikannya atau sebagai dana usaha, alih-alih meminjam uang untuk mengikuti tren atau aktivitas keremajaan.
Salah satu pengguna pinjaman online yang berdomisili di Medan, Nana, kepada IDN Times mengaku jika dirinya menggunakan jasa itu untuk biaya kecantikannya (treatment). Sebab, mahasiswi yang berkuliah di salah satu kampus di Kota Medan itu memiliki kebutuhan untuk treatment setidaknya satu sampai dua kali dalam sebulan.
