Lenny Damanik masih ingat betul kata – kata terakhir yang dia dengar dari anaknya Mikael Histon Sitanggang. Saat itu, Lenny juga sedang berduka. Anggota keluarganya meninggal dunia di Pematangiasntar. Duka Lenny pun kian dalam. Mikael meninggal setelah mengalami luka-luka diduga dihajar prajurit TNI.
Medan, IDN Times, 21 Juni 2024
Tangisan Lenny tidak terbendung saat menceritakan kembali kejadian yang menimpa anaknya Mikael. Pelajar yang baru menamatkan Sekolah Menegah Pertama (SMP) di SMP Negeri 29 Medan itu meninggal dunia seteah menjalani perawatan di rumah sakit pada Sabtu (25/52024) dinihari.
Pada hari sebelumnya, Mikael diduga mendapat penyiksaan dari seorang prajurit TNI. Saat itu Mikael nahas. Niatnya hanya melihat tawuran, malah menjadi korban utama. Polisi, Babinsa dan lainnya membubarkan tawuran antar kelompok pemuda di kawasan Jalan Pelikat, Kecamatan Tegal Sari Mandala II, Kota Medan.
“Dia anak saya paling baik. Dia dianiaya oleh TNI. Anak saya ini ke sana hanya menonton tawuran. Rupanya dia yang kena sasaran,” kata Lenny dalam konferensi pers di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Jumat (22/6/2024) petang.
Saat kejadian, perempuan yang sehari-hari berdagang sayuran ini, sedang berada di Kota Pematangsiantar. Dia melayat keluarganya yang meninggal dunia.
Di akhir hidup Mikael, Lenny hanya bisa melihat bungsu empat bersaudara itu dari layar ponsel. Itu pun hanya sebentar. Karena Mikael tengah kesakitan.
“Saya sempat video call, tapi dia tidak mau bicara. Dia bilang berisik. Dia kesakitan. Dia tidak ikut ke Siantar karena ada acara perpisahan di sekolahnya. Kan dia baru tamat SMP dan masuk SMA tahun ini,” kata Lenny menyeka air matanya.
"Kepada Presiden Joko Widodo, kepada bapak Panglima TNI, supaya mengusut kasus ini," imbuhnya.
