Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-11-30 at 20.40.44.jpeg
Tim Basarnas saat melakukan pencarian korban banjir dan longsor di Aceh. (Dokumentasi Basarnas untuk IDN Times)

Intinya sih...

  • Korban meninggal terbanyak di Kabupaten Bener Meriah, 22 orang. Sedangkan korban hilang paling banyak di Kabupaten Aceh Utara, 41 orang.

  • Ada 62.141 kepala keluarga atau 292.806 jiwa yang mengungsi, dengan pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Aceh Tamiang.

  • 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara terdampak banjir dan longsor, menjadi daerah tertinggi yang terdampak.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banda Aceh, IDN Times -  Pemerintah Aceh melalui Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Tahun 2025 merilis data terbaru jumlah korban terdampak di Tanah Rencong hingga Minggu (30/11/2025) sekira pukul 20.23 WIB.

Total sementara warga meninggal dunia 102 jiwa dan yang masih hilang 116 orang. Sementara itu, korban terdampak mencapai 104.901 kepala keluarga atau 580.243 jiwa dan yang mengungsi 62.141 kepala keluarga atau 292.806 jiwa.

Seterusnya, untuk korban yang mengalami luka ringan mencapai 1.286 orang dan luka berat 326 orang.

Data ini masih bersifat sementara dan terus berkembang sesuai pembaruan setiap hari dari Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Tahun 2025.


1. Kabupaten Bener Meriah 22 orang meninggal, Kabupaten Aceh Utara 41 masih hilang

Tim Basarnas saat melakukan pencarian korban banjir dan longsor di Aceh. (Dokumentasi Basarnas untuk IDN Times)

Data sementara korban meninggal dunia paling banyak terjadi di Kabupaten Bener Meriah, yakni 22 orang. Kemudian ada Kabupaten Aceh Tengah 20 orang, Kabupaten Pidie Jaya 16 orang, Kabupaten Aceh Tenggara serta Kabupaten Bireuen masing-masing 11 orang.

Kemudian Kabupaten Aceh Utara 10 orang, Kabupaten Aceh Timur enam orang, Kota Lhokseumawe tiga orang, Kabupaten Gayo Lues dua orang, dan Kota Subulussalam satu orang.

Selanjutnya, data sementara korban hilang paling banyak terjadi di Kabupaten Aceh Utara 41 orang, Kabupaten Bener Merah 27 orang, Kabupaten Aceh Tengah 23 orang, dan Kabupaten Pidie Jaya enam orang. 

Lalu Aceh Tenggara, Bireuen serta Kabupaten Gayo Lues masing-masing empat orang, Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Nagan Raya masing-masing tiga orang, terakhir Kabupaten Aceh Timur satu orang.


2. Pengungsi terbanyak untuk sementara di Kabupaten Aceh Tamiang

Penyaluran bantuan untuk korban banjir dan longsor di Aceh. (Dokumentasi Humas Pemprov Aceh untuk IDN Times)

Ada 18 kabupaten kota di Aceh terkena banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari lalu. Akibatnya, 62.141 kepala keluarga atau 292.806 jiwa mengungsi. Para korban tersebar di 403 titik lokasi pengungsian. Berikut data sementara:

Pengungsi tertinggi berada di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni 403 kepala keluarga atau 54.517 jiwa. Di Kabupaten Bener Meriah 14.713 kepala keluarga atau 44.350 jiwa, dan Kabupaten Pidie 7.536 kepala keluarga atau 37.682 jiwa.

Lalu di Kabupaten Nagan Raya 9.838 kepala keluarga atau 31.826 jiwa, Kabupaten Aceh Barat 3.000 kepala keluarga atau 24.842 jiwa, Kabupaten Bireuen 6.104 kepala keluarga atau 24.416 jiwa, dan Kabupaten Aceh Timur 5.286 kepala keluarga atau 21.143 jiwa.

Selanjutnya di Kabupaten Aceh Tengah 3.900 kepala keluarga atau 18.630 jiwa, Kota Langsa 5.025 kepala keluarga atau 16.304 jiwa, Kabupaten Aceh Utara 3.460 kepala keluarga atau 9.274 jiwa, dan Kabupaten Aceh Singkil 724 kepala keluarga atau 2.896 jiwa.

Di Kabupaten Pidie Jaya 920 kepala keluarga atau 2.456 jiwa, Kabupaten Gayo Lues 496 kepala keluarga atau 1.706 jiwa, Kota Subulussalam 141 kepala keluarga atau 1.043 jiwa, Kota Lhokseumawe 223 kepala keluarga atau 894 jiwa.

Kabupaten Aceh Besar 372 kepala keluarga atau 824 jiwa, Kabupaten Aceh Selatan 0 kepala keluarga atau tiga jiwa, dan Kabupaten Aceh Tenggara belum diketahui secara pasti untuk data sementara.


3. Ada 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara terdampak

Tim Basarnas saat melakukan pencarian korban banjir dan longsor di Aceh. (Dokumentasi Basarnas untuk IDN Times)

Adapun berdasarkan luas dampak dilihat dari kecamatan, Kabupaten Aceh Utara menjadi tertinggi. Data sementara menyebutkan, ada 27 kecamatan terdampak di daerah tersebut.

Di Kabupaten Aceh Timur 24 kecamatan, Kabupaten Aceh Besar 23 kecamatan, Kabupaten Pidie 22 kecamatan, Kabupaten Bireuen 17 kecamatan, Kabupaten Aceh Tenggara 16 kecamatan, dan Kabupaten Aceh Tengah 14 kecamatan.

Lalu di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Barat masing-masing 12 kecamatan, Kabupaten Gayo Lues 11 kecamatan, Kabupaten Bener Meriah 10 kecamatan, Kabupaten Aceh Singkil sembilan kecamatan, dan Kabupaten Pidie Jaya delapan kecamatan.

Di Kota Langsa dan Kota Subulussalam masing-masing lima kecamatan. Di Kabupaten Nagan Raya dan Kota Lhokseumawe masing-masing empat kecamatan, dan Kabupaten Aceh Selatan satu kecamatan.


Editorial Team