Seorang napi dihukum penjara seumur hidup (Screenshoot video akun youtube Mister Prasss)
Wak Jon mengatakan bahwa, sabu yang dipegang olehnya merupakan asal dari Malaysia sindikat jaringan internasional dengan jalur laut.
"Ketangkap semua. Di sini 8 orang dan 1 Data Pencarian Orang (DPO). Jadi ada 9 oranglah. Ada tiga orang yang (divonis) hukuman mati dan 5 orang seumur hidup," bebernya.
"Kalau perasaan saat ditangkap bukan sedih lagi. Tapi mau kiamat, karena memikirkan satu keluarga dan anak-anak," tambahnya.
Dirinya mengakui bahwa, kerja sebagai kurir ini hanya untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Namun, jalannya yang salah.
Alasan ia berhenti untuk menjadi tukang laga ayam, karena situasi saat itu sedang surut. "Kalau dari laga ayam aja rasanya kayak mana gitu. Sebenarnya tujuan hidup aku melakukan itu, untuk keluarga saya juga, untuk anak-anak, istri, emak saua juga sakit-sakitan. Jadi untuk menyenangkan orangtua juga sebenarnya," ucapnya.
Wak Jon mengatakan sejak dipenjara, ia mendapatkan perubahan positif. Dia merasa dididik dan dibina menjadi orang yang lebih baik. Wak Jon berpesan agar tak ada yang mengikuti jejaknya.
"Teman-teman di luar sana. Jangan pernah bermain narkoba. Karena narkoba itu bisa membahayakan diri kita, membahayakan generasi muda sekarang atau generasi penerus. Karena contohnya sudah banyak. Gak usah jauh-jauh, saya aja sendiri. Karena jauh dari keluarga. Narkoba juga membahayakan negara juga, dan diri kita juga. Jauhi narkoba. Karena apapun ceritanya, lebih bagus kita cari jalan yang terbaik. Walaupun sedikit kita dapat, tapi nikmat rasanya. Daripada dapat banyak jadi membuat kita menderita di jeruji besi. Tengoklah (lihatlah) dikelilingi tembok dan gak bisa kemana-mana," pungkasnya.