Personel KRI Diponogoro 365 saat melintas di depan helikopter anti kapal selam AS-565 MBe Panther HS-1305 (IDN Times / Putra Gema Pamungkas)
Dalam menyukseskan misi satgas MTF XXVIII-O UNIFIL di Libanon, tentunya diperlukan keunggulan pada berbagai poin, antara lain dari kesiapan seluruh personel kapal hingga kemutakhiran kapal yang diberangkatkan sendiri, seperti KRI Diponogoro 365.
Kapal jenis korvet ini memiliki panjang 90,71 meter, lebar 13,02 meter dan tinggi 8,75 meter. Kapal perang yang memiliki berat 1.700 ton ini mampu melaju dengan kecepatan 28 knot.
KRI Diponegoro 365 juga dilengkapi dengan berbagai perlengkapan persenjataan siap tempur, persenjataan tersebut antara lain meriam kaliber 76 milimeter, rudal permukaan dengan jarak jangkau 100 kilometer, radar anti-pesawat udara serta dua unit meriam kaliber 20 milimeter kanan dan kiri.
Tidak hanya itu, kapal perang ini semakin gahar setelah diperlengkapi dengan satu unit helikopter anti kapal selam AS-565 MBe Panther dengan nomor lambung HS-1305. Helikopter ini mampu mendeteksi keberadaan kapal selam yang dilengkapi dengan Dipping Sonar L3 Ocean System DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS) yang dapat beroperasi optimal di area laut dangkal, maupun laut dalam.
"Helikopter ini dirancang untuk melakukan redetection, melokalisir sasaran dan melancarkan serangan torpedo di perairan, dibuat di Prancis pada tahun 2017. Jadi seluruh persenjataan yang dilengkapi pada KRI Diponogoro 365 ini sudah sesuai dengan yang diminta oleh PBB dalam misi MTF di Lebanon," tegasnya.