Listrik di Sibolga mulai menyala pascabanjir dan longsor di wilayah tersebut (dok.PLN)
Saat ini bantuan yang didapat oleh keluarganya dikampung sejak banjir melanda, hanya beras 1 kg dan 3 bungkus mi instant untuk 1 KK. Bantuan ini didapat dari Pemerintah Desa. "Mereka hanya bertahan dengan makanan itu, hari pertama sampai sekarang, kalau air udahlah gak tahu lagi aku gimana mereka minum itu," ucapnya.
Bahkan, dikatakannya, ada juga warga yang belum mendapatkan bantuan sama sekali. "Jadi, bertahan hidupnya kebetulan ada ASN guru yang dapat bantuan dari sekolah sebagai yang terdampak. Jadi, bantuan dari sekolah ini dimanfaatkan mamak masak. Ada bantuan dari sekolah beberapa kilo beras itulah mamak yang masak. Jadi 2 Kepala Keluarga lah sekarang yang makan bantuan dari sekolah itu," ungkapnya.
Sementara untuk warga lainnya belum ada sama sekali di 2 Kecamatan, salah satunya Sorkam. Kecemasan dan kekhawatiran dirinya terhadap orangtua yang terkena banjir dikampung halaman, maka Zai memutuskan untuk pulang kekampung halaman pada hari ini 4 Desember 2025.
Dia berharap Pemerintah bisa cepat dan sigap untuk memberikan bantuan serta memperbaiki jalan yang terputus, dan keadaan di Tapanuli Tengah segera kembali normal.