Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260102-WA0059.jpg
Jembatan Bailey Sungai Garoga sudah bisa dilalui (dok.Pendam I/BB)

Tapanuli Selatan, IDN Times - Sejak November sampai Desember 2025, Desa Garoga di Kecamatan Batang Toru menjadi salah satu titik paling terdampak banjir di Sumatra Utara. Tidak hanya sekali, air sungai Garoga tercatat beberapa kali meluap usai longsor parah yang menyebabkan rumah-rumah warga tertimbun.

Perlahan Desa yang berada di perbatasan Tapanuli Selatan dengan Tapanuli Tengah itu mulai bangkit. Jika sebelumnya jalan sama sekali terputus, kini sudah ada jembatan bailey yang pengerjaannya sudah 98 persen.

1. Masyarakat sudah bisa lewat di jembatan bailey Sungai Garoga

Jembatan Bailey sungai Garoga tampak dari atas (dok.Pendam I/BB)

Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Harahap membeberkan perkembangan pembangunan jembatan bailey. Jembatan itu pelan-pelan sudah hampir rampung dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang terdampak.

"Satgas Yonzipur bersama PT Nindya Karya menuntaskan pembangunan Jembatan Bailey di atas Sungai Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Jembatan tersebut sebelumnya mengalami akses jalan terputus akibat banjir bandang dan kini kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Asrul melalui keterangan tertulisnya, Jumat (2/1/2026).

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Dinas Pekerjaan Umum, menunjuk PT Nindya Karya sebagai vendor pelaksana pembangunan jembatan. Dukungan Satgas Yonzipur I/DD di lapangan disebut Asrul guna mempercepat pemulihan konektivitas wilayah terdampak. Sebab sebelumnya masyarakat hanya memanfaatkan jembatan dari gelondongan kayu.

"Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan tindak lanjut penanganan darurat infrastruktur pascabencana," lanjutnya.

2. Jembatan memiliki panjang bentangan 44 meter, lebar 3,75 meter, serta memiliki kapasitas beban hingga 30 ton

Jembatan Bailey Sungai Garoga dibangun di samping jembatan darurat dari gelondongan kayu (dok.Pendam I/BB)

Asrul memastikan bahwa jembatan bailey Sungai Garoga yang akses jalannya terputus akibat banjir bandang, kini kembali dapat digunakan. Hal tersebut penting dilakukan secepatnya sebab jembatan ini menghubungkan dua Kabupaten sekaligus.

"Kini dapat kembali digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik pascabencana, serta memulihkan konektivitas antara Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Selatan," terang Asrul.

Asrul menambahkan, jembatan bailey yang dibangun ini memiliki panjang bentangan 44 meter. Untuk lebarnya mencapai 3,75 meter, serta memiliki kapasitas beban hingga 30 ton.

"Tahapan akhir pekerjaan difokuskan pada penyelesaian konstruksi dan pengecekan teknis," bebernya.

3. Pembangunan sudah rampung 98 persen

Jembatan Bailey Sungai Garoga sudah bisa dilalui (dok.Pendam I/BB)

Dengan rampungnya seluruh tahapan pekerjaan, progres pembangunan jembatan bailey di Sungai Garoga telah mencapai 98 persen. Besi pinggir jembatan pun sudah mulai dicat berwarna merah.

"Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas, aktivitas sosial, serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya," sebut Asrul.

Sebelumnya usai banjir bandang akhir November, Sungai Aek Garoga kembali meluap membuat masyarakat yang bermukim di Desa kecil itu sempat panik, Selasa (9/12/2025) lalu. Mereka takut akan terjadi banjir dan longsor susulan lagi. Meskipun suasana mencekam, namun pihak berwajib memastikan tak ada longsor susulan yang menerjang pemukiman.

Kepala Badan BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, memastikan bahwa tak ada korban usai meluapnya sungai Aek Garoga. Debit air yang naik pada Selasa (9/12/2025) lalu hanya berangsur 2 jam.

"Benar, sungai Aek Garoga kembali meluap. Kejadian berlangsung pada hari Selasa tanggal 9 Desember 2025. Sungai meluap ini akibat curah hujan yang lebat sehingga mengakibatkan debit air yang mengalir di sungai Garoga naik di perkirakan antara 1 meter sampai 2 meter. Akibat aliran sungai ini tidak ada tanda-tanda longsor di hulu sungai. Tidak ada rumah yang terkena banjir, dan tidak ada korban jiwa sampai saat ini," pungkas Tuahta.

Editorial Team