Jembatan Bailey Sungai Garoga sudah bisa dilalui (dok.Pendam I/BB)
Dengan rampungnya seluruh tahapan pekerjaan, progres pembangunan jembatan bailey di Sungai Garoga telah mencapai 98 persen. Besi pinggir jembatan pun sudah mulai dicat berwarna merah.
"Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas, aktivitas sosial, serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya," sebut Asrul.
Sebelumnya usai banjir bandang akhir November, Sungai Aek Garoga kembali meluap membuat masyarakat yang bermukim di Desa kecil itu sempat panik, Selasa (9/12/2025) lalu. Mereka takut akan terjadi banjir dan longsor susulan lagi. Meskipun suasana mencekam, namun pihak berwajib memastikan tak ada longsor susulan yang menerjang pemukiman.
Kepala Badan BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, memastikan bahwa tak ada korban usai meluapnya sungai Aek Garoga. Debit air yang naik pada Selasa (9/12/2025) lalu hanya berangsur 2 jam.
"Benar, sungai Aek Garoga kembali meluap. Kejadian berlangsung pada hari Selasa tanggal 9 Desember 2025. Sungai meluap ini akibat curah hujan yang lebat sehingga mengakibatkan debit air yang mengalir di sungai Garoga naik di perkirakan antara 1 meter sampai 2 meter. Akibat aliran sungai ini tidak ada tanda-tanda longsor di hulu sungai. Tidak ada rumah yang terkena banjir, dan tidak ada korban jiwa sampai saat ini," pungkas Tuahta.